Showing posts with label Sayuran. Show all posts
Showing posts with label Sayuran. Show all posts

Cara Mudah dan Sederhana Membudidayakan Jamur Tiram

Jamur Tiram sudah begitu populer bagi masyarakat kita, untuk itu sudah begitu banyak para petani menanam dan membudidayakan tumbuhan yang satu ini. Selain bentuknya yang unik, ia memiliki cita rasa yang enak dan sangat baik untuk dikonsumsi. Oleh karena itu, cocok bagi Anda yang ingin membudidayakan jamur tiram ini, bisa Anda lakukan sendiri di rumah, pekarangan maupun di lahan pertanian milik Anda. Untuk itu perlu bagi Anda melakukan cara mudah dan sederhana untuk membudidayakan jamur tiram tersebut dengan mengikuti beberapa langkah pada penjelasannya berikut di bawah ini.
Adapun pembuatan lahan dan tempat untuk membudidayakan jamur tiram ini tidak begitu sulit, dan Anda akan yakin pembudidayaan yang Anda lakukan tersebut lebih mudah dari yang dibayangkan. Hehehehe. Anda bisa melakukannya tidak perlu dengan lahan khusus, karena tumbuhan ini bisa berkembang dengan cepat. Yang perlu dipersiapkan adalah tempat yang cocok dan tidak mudah diganggu  oleh apapun.

Nah, ada beberapa alat yang perlu Anda siapkan terlebih dahulu sebelum menanam atau membudidayakan jamur tiram, antara lain Anda hanya memerlukan alat-alatn dan bahan-bahannya sebagai berikut:
  • Sebuah drum yang bersih
  • kayu bakar (ini untuk Anda menyalakan api, yaitu selama lebih kurang 9 jam)
  • Bambu atau rak kayu untuk melatakkan log
  • termometer
  • Ph meter
  • Alat penyemprot kecil (misalnya tempat kispray untuk setrikaan)
  • Cincin dari bambu atau dari paralon 
  • Dedak halus 21 kg
  • Serbuk kayu sebanyak 10,5 kg
  • Pupuk TSP 1 kg
  • Tepung jagung sebanyak 0,6 kg
  • Kapur 3 buah
  • Bibit jamur F3 sebanyak 3 botol
  • Alkohol sebanyak 95% 1 liter
  • Kantong plastik putih 20x35x0,5 sebanyak 300 lembar
  • Karet gelang anti panas sebanyak 600 buah
  • Air bersih sebanyak 30 liter
  • Kertas roti 10x10cm 300 lembar

Cara melakukan media tanam jamur tiram

  •  Bersihkan serbuk kayu, dan buang serpihan-serpihan yang kasar dan tajam, karena itu bisa merusak plastik
  • Aduk semua bahan-bahan yang telah disebutkan tadi di atas menggunakan air, gunakan air secukupnya jangan sampai kelebihan ataupun kekurangan air, lalu aduk hingga merata dan usahakan jangan ada gumpalan-gumpalan. Setelah itu adonan yang telah diaduk tersebuk digenggam, lakukan penggenggaman tersebut jangan ada air yang menetes.
  • Masukkan adonan itu ke dalam plastik transparan tadi dengan cara dipadatkan. (Kepadatan tersebut adalah penting karena hal itu akan dapat menentukan proses pertumbuhan jamur tiram tersebut nantinya. Lalu sisakan ikatan plastik seukutan 15 cm agar mudah diikat.
  • Sisa ujung plastik tersebut Anda masukkan ke dalam cincin dari bambu tadi, kemudian lipat keluar, lalu tutup dengan menggunakan kertas roti dari atas, ikat dengan karet gelang yang tahan panas.
  • Masukkan ke dalam drum yang terdapat pada bagian bawahnya diisi dengan air bersih dan diberi angsang, melakukannya tersebut seperti mengukus nasi, kemudian tata seluruh log tersebut dengan rapat dan rapi.
  • Kukus log itu setidaknya selama 9 jam
  • Setelah itu turunkan log tersebut kemudian Anda simpan pada tempat yang tertutup, penyimpanan tersebut lakukan selama 8 jam supaya menjadi dingin.

Proses pembibitan

Adapun proses pembibitan dalam pembudidayaan jamur tiram, harus Anda lakukan pada ruangan yang tertutup, pastikan tidak ada kontaminasi dalam proses pembibitan ini. Alkohol yang dibutuhkan tersebut adalah untuk menyemprot seisi ruangan dengan tujuan untuk menghindarkan bibit yang terkontaminasi, dalam proses ini sangatlah berpengaruh terhadap sukses atau tidaknya Anda dalam membudidayakan jamur tiram.

Adapun proses pembibitan yang bisa Anda lakukan adalah sebagai berikut:
  • Pertama gunakan sarung tangan demi keamanan Anda.
  • Buka karet gelang penutup plastik itu tadi, masukkan sekitar 7-12 butir jagung ke dalam satu log pada posisi yang bukan di permukaan.
  • Masukkan bibit dengan kapas dan tutup kembali.
  • Proses pertumbuhannya memerlukan waktu hingga beberapa hari agar bisa tumbuh.
  • Lakukan pembibitan dengan cepat untuk mencegah dari masuknya bakteri. 
  • Kemudian lakukan penyemprotan air ke seluruh bagian ruangan atau tempat Anda menanam jamur tersebut agar selalu lembab. Lakukan penyemprotan tersebut setiap hari. Untuk lebih optimal, lakukan pada siang hari.
  • Jika sudah muncul cangkang, tunggu selama waktu 2-3 hari untuk bisa dipanen.
 Adapun jamur tiram ini akan mudah layu atau cepat menguning, jika sudah dipanen, sebaiknya langsung saja Anda bawa ke pasar atau dikonsumsi sendiri. Jika lebih lama, tentu Anda akan rugi sendiri dan jerih payah Anda tidak bisa dinikmati dengan maksimal.

Nah demikianlah Cara Mudah dan Sederhana Membudidayakan Jamur Tiram, semoga bermanfaat dan semoga sukses selalu buat Anda. Terimakasih telah meluangkan waktu dalam membaca dan mengikuti petunjuk di atas.

Cara Menanam Kacang Hijau dengan Baik dan Benar

Pada kacang hijau terdapat kandungan nutrisi yang tinggi, selain terdapat rasa yang enak, lembut dan manis, itu semua bisa Anda rasakan jika Anda membuatnya menjadi bubur, yaitu namanya bubur kacang hijau. :) Nah, sebelum membahas lebih jauh mengenai rasa kacang hijau yang enak tersebut, sebaiknya kita bahas terlebih dahulu tentang cara membudidayakannya. Adapun jika Anda ingin membudidayakan dan menanam kacang hijau, simak penjelasan di bawah ini, yaitu cara Menanam Kacang Hijau dengan Baik dan Benar.
Kacang hijau merupakan tanaman yang sangat cocok tumbuhnya di daerah tropis. Apalagi di Indonesia memiliki cuaca yang beriklim tropis, jadi hal ini sangat pas bagi Anda yang hendak menanam kacang hijau di sekitar Anda, baik di ladang maupun di kebun milik Anda. Dan juga kacang hijau ini merupakan tanaman yang bersuku jenis polong-polongan.

Baca juga: Teknik Membudidayakan Tanaman Jagung

Jadi berikut ini ada beberapa cara untuk Menanam Kacang Hijau dengan Baik dan Benar.
  • Pastikan tanah yang hendak Anda tanam kacang hijau tersebut pada tanah yang gembur. Yaitu dengan kandungan pH 5,8-7,0. Dan kacang hijau sangat cocok tumbuh pada daerah yang memiliki curah hujan yang optimal, yaitu antara 50-200 mm/bulan. Dan temperatur suhu sekitar 25-27 derajat celcius. Serta kelembaban udara sekitar 50-80%, kemudian harus mendapatkan sinar matahari yang cukup, demi kelangsungan hidupnya kacang hijau tersebut. 
  • Kemudian perlu ditanam kacang hijau tersebut dengan sistem tugal, yaitu dengan menancapkan lubang, jadi setiap lubang dimasukkan sebanyak 2 biji bibitnya itu untuk setiap lubang. Adapun jarak tanamnya dengan ukuran yaitu 40x10 cm. 
  • Kemudian memberikan pupuk. Pemberian pupuk dapat Anda lakukan dalam waktu yang tidak begitu lama sejak masa tanam untuk tanaman kacang hijau, contohnya pada saat usia kacang hijau tersebut baru berusia 2 minggu, Anda sudah disarankan untuk memberikan pupuk. Hal ini karena tanaman ini membutuhkan nutrisi untuk perkembangan tumbuhnya.
  • Pupuk yang diberikan yaitu POC NASA, lakukanlah pemupukan tersebut setiap 2 minggu sekali, pupuklah secara rutin. Jadi dengan rutinnya Anda memberikan pupuk, maka pertumbuhan tanaman kacang hijau Anda tersebut akan dapat tumbuh dengan baik.
  • Akan tetapi metode pemupukan tersebut akan berbeda disaat masa tumbuhnya dengan masa berbunga. Pada masa berbunga ini, tanaman kacang hijau Anda cukup dilakukan penyiraman saja secara rutin. 

Pencegahan Hama dan Penyakit

Sudah menjadi hal yang lumrah, setiap tanaman pasti akan ada hama atau penyakitnya. Jadi untuk mengatasi hal tersebut, perlu Anda perhatikan tipsnya pada keterangannya di bawah ini.

Penyakit yang sering menyerang tanaman kacang hijau tesebut yaitu basi batang, bercak daun, penyakit puru dan embun tepung. Untuk pencegahannya perlu dilakukan penyemprotan dengan menggunakan pestisida, dan fungisida, yang mana jenisnya antara lain yaitu: Dithane M-45, Benlate, dan Daconil. Ini dilakukan pada saat awal serangan penyakit pada tanaman ini.

Adapun hama yang mutlak menyerang tanaman kacang hijau ini antara lain yaitu Lalat kacang, Kepik coklat, Kepik hijau, Kutu Thrips, dan lain sebagainya. Untuk mengendalikan hama semacam ini, Anda hanya perlu menggunakan insektisida, yaitu insektisidanya semacam Regent, Atabnon, Curacron, Furadan. Gunakanlah dosisnya sebanyak 2-3 ml/liter air. Gunakanlah semprot dengan volume semprotnya bekisar 10 gram/kg benihnya.

Demikianlah cara Menanam Kacang Hijau dengan Baik dan Benar, semoga bermanfaat dan semoga sukses bagi Anda yang sedang maupun hendak menanam kacang hijau tersebut. :)

Macam-Macam Jenis Sayuran

Mungkin Anda sudah mengetahui apa itu sayur-sayuran? Yaitu tumbuh-tumbuhan yang digunakan untuk dikonsumsi oleh sebagian besar masyarakat. Dan tubuh kita bahkan akan terasa sehat serta segar bugar apabila kita sering mengkonsumsi dari berbagai macam macam sayuran tersebut, adapun alasan utamanya itu adalah karena sayuran merupakan suatu sumber vitamin dan mineral. Adapun sayur-sayuran yang memiliki warna hijau tua akan mempunyai banyak kandungan zat besi dan karotin. Sayuran buah dan sayuran umbi juga banyak mengandung karotin yang tinggi yang sangat diperlukan oleh tubuh. Jika sayuran tersebut dimasak lalu dikonsumsi dengan cara yang benar, maka sayuran tersebut akan sangat memberikan manfaat yang besar bagi kesehatan dan kehidupan manusia. Nah , berikut ini ada beberapa macam-macam jenis sayuran yang perlu diketahui oleh kita bersama.

Jenis-Jenis Sayuran
Ada banyak macam-macam dan jenis tanaman sayuran yang ada di sekitar kita, namun apa saja jenis dari sayuran tersebut? Inilah beberapa macam-macam jenis sayuran yang ada di sekitar pekarangan ataupun yang ada di daerah kita, antara lain sebagai berikut:

Baca juga : Meningkatkan Produksi Tanaman Padi

1. Sayuran Daun atau Tangkai

Sayuran jenis daun atau tangkai ini ditanam dengan tujuan untuk diambil daun/tangkainya, seperti misalnya bayam, sawi, kobis, dan lain-lain. Ada beberapa penjelasan dari tanaman yang disebutkan tadi, yaitu:
  • Bayam
    Bayam dapat tumbuh di Indonesia selama sepanjang tahun, dan banyak ditemukan di daerah  ketinggian 5-2.000 m dpl, bayam tumbuh di daerah yang panas serta daerah dingin, namun tumbuhnya lebih subur di daerah yang memiliki dataran rendah di lahan terbuka, yang mana udaranya yang agak panas.
    Bayam merupakan jenis tanaman dikotil, memiliki sifat batang ysng basah (herbaceus) dan dengan bentuk batang yang bersegi. Sifat dari permukaan batang bayam ini yaitu licin memiliki alur yang mana arah tumbuh batangnya ini tegak mengarah ke atas.
  • Sawi
    Sawi adalah suatu kelompok tumbuhan-tumbuhan dari marga Brassica, yang mana bagian dari sawi ini adalah daun atau bunganya yang digunakan untuk bahan pangan atau makanan, baik yang segar maupun yang diolah. Sawi biasanya disebut dengan sawi hijau yang istilah asingnya yaitu Brassica rapa, dari kelompok parachinensis, kemudian disebut juga dengan sawi bakso, caisim, atau caisin.
    Adapun kelompok lainnya terdapat pula namanya sawi putih dari kelompok pekinensis, jenis ini disebut juga dengan petsai yang biasa digunakan untuk membuat sup atau diolah menjadi asinan. Jenis lain yang kadang-kadang disebut sebagai sawi hijau adalah sesawi sayur.
    Ada pula sawi yang berjenis Kailan dari kelompok alboglabra, jenis ini adalah sejenis sayuran daun lain yang berbeda, sebab daunnya cenderung lebih tebal dan lebih cocok digunakan untuk bahan campuran mie goreng.
    Kemudian sawi sendok (pakcoy atau bok choy) yang merupakan jenis sayuran daun sawi yang mulai dikenal dalam dunia boga di Indonesia.
  • Kubis
    Kubis atau disebutkan dengan kubis bunga merupakan jenis tumbuhan yang termasuk ke dalam kelompok botrytis yang berasal dari jenis Brassica oleracea. Selain sebagai sayuran, tumbuhan kubis ini lebih umum dikenal dengan kembang kol yang merupakan terjemahan dari bahasa Belanda yaitu bloemkool.

 2. Jenis Sayuran Buah

Sayuran dari jenis buah-buahan ini ditanam untuk diambil dan dikonsumsi buahnya. Jenis sayuran buah tersebut dapat terdiri dari kacang-kacangan yang juga termasuk di dalamnya. Contohnya adalah terong, tomat, buncis, kacang panjang, kapri, dan lain sebagainya.
  • TerongTerung adalah suatu tumbuhan sayur jenis buah yang menghasilkan buah untuk dibuat menjadi sayur-sayuran. Asalnya terong tersebut adalah India dan Sri Lanka. Terung berkerabat dekat atau berjenis juga dengan kentang dan leunca, kemudian berkerabat agak jauh dari tomat. Terung adalah terna yang mana sering ditanam secara tahunan.
  • Tomat
    Tomat adalah sebuah tumbuhan dari kerabatnya Solanaceae, tumbuhan ini berasal dari Amerika Tengah dan Amerika Selatan, dan juga dari Meksiko sampai Peru. Tomat merupakan suatu  tumbuhan dengan siklus hidup yang singkat, dan dapat tumbuh dengan ketinggian 1 sampai 3 meter.
  • BuncisBuncis merupakan sayuran jenis polong-polongan, yang dapat dimakan dari berbagai kultivar Phaseolus vulgaris. Buah, biji, dan daunnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan untuk sayuran. Dan sayuran ini kaya akan kandungan proteinya.
  • Kacang Panjang
    Kacang panjang ialah tumbuhan yang dapat dijadikan sayur ataupun lalapan. Kacang panjang tumbuh dengan cara antara lain dengan memanjat atau melilit benda yang ada di sekitarnya. Jadi jika Anda menanam kacang panjang biasanya diberi beberapa tonggak kecil pada sekitar tumbuhan kacang panjang tersebut.
  • Kacang Kapri
    Kacang lapri atau disebut juga dengan kapri yaitu sejenis tumbuhan sayur yang mudah ditemui di pasar-pasar tradisional yang ada di Indonesia.

3. Sayuran Umbi/Akar

Sayuran jenis umbi/akar ini ditanam dengan tujuan untuk dikonsumsi umbi/akarnya, seperti kentang, wortel, kentang, biet. Dan lain sebagainya.



4. Sayuran Bunga

Sayuran bunga ini ditanam untuk diambil bunganya, seperti tebu telur, kobis bunga, dan lain sebagainya.



5. Sayuran Bumbu

Sayuran bumbu ini ditanam untuk digunakan sebagai bumbu atau bahan penyedap untuk memasak. Seperti bawang merah, bawang putih, Lombok, kencur, jahe, kunci, laos , dan lain sebagainya.

Nah itulah tadi macam-macam jenis sayuran yang terdapat di sekitar kita. Dimana dengan banyaknya jenis sayuran tersebut adalah sangat dibutuhkan kandungan gizinya yang berguna untuk kesehatan tubuh kita. Semoga bermanfaat.

Cara Membudidayakan Bawang Merah dengan Bijinya

Cara Membudidayakan Bawang Merah dengan Bijinya - Bawang merah merupakan suatu jenis sayuran atau penyedap rasa untuk makanan yang telah lama dibudidayakan oleh petani di Indonesia. Jika dilihat dari segi nilainya, bawang merah memiliki nilai yang ekonomis dan relatif tinggi. Bawang merah juga merupakan tanaman semusim dengan berbentuk seperti rumput, memiliki batang pendek serta berakar serabut. Daunnya panjang-panjang serta berongga seperti pipa. Adapun yang terdapat pada pangkal daunnya bisa dapat berubah fungsi menjadi umbi lapis. Oleh sebab itu, bawang merah dikatakan juga dengan sebutan umbi lapis.

Seperti yang sudah diketahui, membudidayakan tanaman bawang merah ini dapat ditanam dan dibudidayakan,lalu ia dapat tumbuh di daerah dataran rendah sampai dengan ketinggian 1000 meter dari permukaan laut (dpl). Walaupun dengan ukuran yang demikian, untuk pertumbuhan yang optimal adalah pada ketinggian 0-450 meter dari permukaan laut. Komoditas sayuran ini pada umumnya sangat peka terhadap keadaan iklim atau cuaca yang buruk seperti curah hujan yang tinggi, serta bentuk keadaan cuaca yang berkabut.

Jika ingin meningkatkan produktivitas bawang merah, selain dari perbaikan kultur teknis, petani yang akan membudidayakan bawang merah ini memerlukan pengenalan varietas unggul yang berjenis “TUK-TUK” yang bisa ditanam melalui biji. Ciri-ciri bawang merah ini adalah antara lain yang bentuk umbi bulat, kemudian berukuran seperti bawang merah Philipina, warna umbinya merah muda sampai berwarna kecoklatan. Bawang merah ini dapat ditanam di daerah dataran rendah maupun dataran yang tinggi, dengan keadaan suhu yang optimal antara 25-32 derajat celcius, tanah yang cocok untuk menanam bawang merah tersebut adalah tanah yang gembur, subur, serta mempunyai bahan organik yang tinggi, sedangkah pH tanah berkisar dari 5,5 hingga 6,5.

Bawang merah dapat dibudidayakan dengan dua cara, yaitu bahan tanam yang berupa biji botani serta umbi bibit. Membudidayakan bawang merah dengan biji tersebut memiliki prospek yang cerah, karena memiliki beberapa keuntungannya yaitu antara lain : memerlukan sedikit sedikit ±10 kg/ha, mudah didistribusikan/disalurkan dan biaya transportasi yang relatif rendah, daya hasilnya lumayan tinggi, serta mengandung sedikit wabah penyakit. Yang pada saat ini telah ada varietas bawang merah yang baru, yaitu TUK-TUK, sesuai dengan penjelasan di atas, dapat ditanam dengan biji, serta tingkat produktivitasnya tinggi dengan harga benihnya yang terjangkau.

Adapun cara membudidayakan bawang merah tersebut adalah sebagai berikut:

  • Penyemaian
Proses penyemaiannya dapat dilihat dari beberapa trik dan caranya di bawah ini:
  1. Buat bedengan dengan ukuran lebarnya 1 m, ukuran tinggi 40-50 cm, serta panjangnya menyesuaikan, yaitu jarak antar bedengan tersebut sepanjang 50 cm.
  2. Campur tanah bedengan itu tadi dengan pupuk kandang dengan takaran 2 kg dan campurkan dengan kapur pertanian 150 gr, dan KCl 50 gr, SP 18 100 gr.
  3. Taburkan bedengan tersebut dengan sekam padi yang diukur ketebalannya yaitu 10 cm, kemudian dibakar lalu selanjutnya dibiarkan selama 1 hari.
  4. Ratakan tanah bedengan, kemudian beri pupuk yang telah disiapkan, lalu aduk dengan rata. Buatlah alur melintang dengan ukuran jaraknya 5-10 cm dan kedalalaman 1 cm. 
  5. Kemudian taburkan biji bawang merah tersebut ke dalam alur yang sudah disiapkan tadi sebanyak 150-200 biji/alur, lalu kemudian tutup alur tersebut dengan tanah yang halus.
  6. Tunggu beberapa hari, kecambah akan muncul kira-kira antara 5-10 hari setelah disemai. 
  7. Jika seandainya Anda membudidayakan bawang merah tersebut pada musim hujan, sebaiknya bedengan itu ditutup dengan menggunakan sungkup plastik selama 3-4 minggu, karena jika tidak ditutup, bibit yang disemai tersebut akan rusak dan busuk saat kena hujan.

  • Pengolahan Tanah
Setelah selesai menyemai biji bawah merah tadi, tahap selanjutnya yaitu mengolah tanah atau lahan yang sudah disiapkan untuk membudidayakan bawang merah.
  1. Pengolahan tanah dilakukan selama antara 2-4 minggu sebelum penanaman dengan kedalaman olahnya yang berukuran 25 cm. 
  2. Buatlah sebuah bedengan dengan ukuran lebarnya 120 cm, tinggi 40-50 cm, serta panjangnya menyesuaikan dengan keadaan lahan.
  3. Beri pupuk dasar, misalnya pupuk ZA sebanyak takaran 952 kg/Ha, pupuk KCL sebanyak 383 kg/Ha SP 18 sebanyak 1.000 kg/Ha, dengan masa 3 hari sebelum tanam, pemberian pupuk tersebut sebanyak ½ dosis.
  4. Kemudian pupuk tersebut disebar secara merata diatas permukaan bedengan, dan campurkan pupuk tadi secara merata dengan permukaan tanah bedengan.
  5. Lalu pasang mulsa plastik yang berwarna hitam perak, kemudian warna hitam, dengan cara pemasangannya menghadap ke permukaan bedengan.
  6. Berikan lubang pada mulsa plastik tersebut dengan dengan menggunakan kaleng susu, dan di dalamnya diberi bara api, jarak lubang tersebut yaitu 10 x 10 cm.

  • Proses Penanaman Bawang Merah
Setelah proses penyiapan lahan tadi selesai, tahap selanjutnya adalah menaman bawang merah, dengan cara yang baik dan benar.
  1. Lakukanlah kegiatan penyiraman pada tempat lubang tanam tersebut terlebih dahulu, untuk menjaga agar tanah tetap lembab.
  2. Kemudian tanam bibit bawang merah tersebut yang telah mencapai usia 40-50 hari setelah masa persemaian tadi, denga cara menanamkan 1 lubang bedengan berisi 1 bibit. Lalu tekan tanah di sekitar pangkal tanaman tersebut secara lembut agar akarnya dapat menyatu dengan tanah.

  • Proses Pemeliharaan
  1. Pada awal masa pertumbuhan bawang merah sampai umur 3 minggu, kegiatan penyiraman dilakukan secara rutin diwaktu pagi dan sore hari, terutama setelah hujan (jika pada musim hujan).
  2. Berikan pupuk susulan dengan takaran ¼ dosis dari masing-masing tumbuhan tersebut pada umur 30 hari sampai 55 hari sejak masa tanam. 

  • Masa Panen
Ini adalah masa yang ditunggu-tunggu oleh para petani, khususnya petani bawang merah :)
Setelah banyak menempuh beberapa proses, harapan akan hasilnyapun akan terlihat jika Anda rajin menjaga dan merawatnya. Adapun cara memetik atau panen bawang merah tersebut bisa dijelaskan sedikit seperti berikut di bawah ini:
  1. Panen dilakukan pada saat tanaman bawang merah telah berumur 65-75 hari setelah masa tanam, yang ditandai dengan daun yang sudah mulai rebah serta umbi yang telah tersembul ke permukaan tanah. Cara memanennya adalah dengan cara mencabutnya lalu Anda jemurkan dibawah sinar  matahari langsung lalu Anda letakkan tanaman ini di atas para-para.
  2. Supaya dapat bertahan selama 1-2 tahun, jika penanganan pasca panennya tersebut cukup baik, cukup dengan salah satu cara penyimpanannya yang baik, yaitu dengan cara menyimpan diatas para-para.

Itulah tadi beberapa cara membudidayakan bawang merah dengan bijinya, semoga ada manfaatnya bagi Anda yang akan menaman bawang merah, selain untuk digunakan dalam masakan sehari-hari, bawang merah yang Anda tanam tesebut bisa dipasarkan, dengan harga yang cukup fantastis. Semoga bermanfaat !!

7 Manfaat Daun Singkong

Sebagian besar masyarakat sudah mengenal apa itu daun singkong, yaitu daun dari tumbuh-tumbuhan yang berjenis umbi-umbian. Yang mana batang singkong tersebut juga sudah banyak dibudidayakan oleh sebagian besar para petani di Indonesia, karena jenis umbi-umbian seperti ini dapat ditanam di mana saja dan tidak begitu memerlukan resep khusus dalam membudidayakannya.

Jika membahas tentang manfaat dari daun singkong tersebut, ada banyak manfaatnya bagi kesehatan tubuh manusia. Karena tubuh kita juga memerlukan makanan seperti sayuran untuk menghindari berbagai macam penyakit dan menjaga agar tidak terkena penyakit dalam mengkonsumsi sayuran, salah satunya dari daun singkong itu sendiri. Adapun 7 manfaat daun singkong tersebut antara lain sebagai berikut:
  • Dapat menyehatkan mata
Daun singkong banyak mengandung Vitamin A, yang mana kandungan Vitamin A dapat menyehatkan mata. Jadi cara menggunakannya yaitu Anda hanya cukup untuk mengkonsumsi sayur ini secara rutin, setidaknya sebanyak seminggu dua atau tiga kali. Hal tersebut bertujuan agar asupan Vitamin A pada tubuh Anda dapat tercukupi, serta membuat mata Anda akan terjaga dari berbagai macam penyakit yang bisa merusaknya.
  • Dapat mengatasi stroke
Salah satu dari 7 manfaat daun singkong tersebut adalah dapat mengatasi penyakit stroke. Anda juga sering mendengar penyakit stroke ini merupakan penyakit yang berbahaya dan dapat mengancam jiwa manusia. Jadi dengan mengkonsumsi daun singkong tersebut mudah-mudahan bisa teratasi, dan tentunya dengan cara alami seperti dapat menghemat anggaran dalam upaya pencegahan penyakit tersebut.
Hal itu disebabkan daun singkong merupakan jenis dedaunan atau sayuran yang mengandung banyak isoflavon. Isoflavon inilah yang dimanfaatkan sebagai sarana atau obat yang dapat menyembuhkan penyakit stroke.

  • Dapat mengobati sakit kepala
Manfaat daun singkong yang lainnya yaitu dapat dijadikan sebagai obat sakit kepala. Hal tersebut Mudah saja dilakukan, Anda hanya merebusnya saja, lalu mengkonsumsinya tanpa banyak olahan khusus, tidak memerlukan sayuran yang bersantan, karena santan akan menimbulkan dan dapat menyebabkan sakit kepala. Nah, oleh sebab itu, daun singkong rebus akan cocok untuk dijadikan santapan bagi Anda yang sering mengalami sakit kepala. Jadi biasakanlah mengkonsumsikannya secara rutin selama beberapa kali dalam seminggu.

  •  Dapat meningkatkan daya tahan tubuh
Daun singkong juga bermanfaat untuk meningkatkan daya tubuh. karena daun singkong tersebut memiliki banyak kandungan Vitamin C yang sangat diperlukan oleh tubuh. Jika asupan Vitamin C di dalam tubuh kita terpenuhi setiap harinya, maka kekebalan tubuh Anda mengalami peningkatan. Dan jika kekebalan tubuh Anda meningkat, maka hal tersebut merupakan sesuatu yang sangat baik dan berguna, yang mana sistem imun secara otomatis akan bekerja dan dapat mempertahankan kesehatan tubuh Anda dari serangan penyakit.

  • Dapat mencegah Osteoporosis
Osteoporosis adalah penyakit yang menyerang tulang, atau dapat dikatakan sebagai suatu penyakit yang dapat mengkeroposkan tulang. Jika tulang Anda keropos, sangat sulit bagi Anda untuk melakukan aktifitas normal seperti orang biasanya. Jadi, hal itu dapat dicegah dengan sering mengkonsumsi daun singkong. Karena pada daun singkong memiliki kandungan fosfor atau kalsium, kandungan fosfor inilah yang akan mencegah tulang Anda agar bisa menjadi kuat dan dapat juga untuk mencegah pengkeroposannya tersebut. Serta kalsium yang terdapat pada daun ubi kayu ini yang berfungsi sebagai zat yang mampu untuk menyehatkan tulang And.

  • Dapat menyembuhkan Luka
Daun singkong juga bermanfaat dalam hal penyembuhan luka pada kulit Anda, karena daun singkong juga terdapat kandungan zat besi. Hal ini sudah dibuktikan oleh para ahli yang sudah melakukan penelitian, yang mana zat besi akan mampu untuk mengeringkan luka secara cepat. Selain daripada itu, daun singkong juga dapat mengurangi terbentuknya bekas luka yang terdapat pada tubuh kita. Jadi dengan mengkonsumsi sayur singkong ini, akan memberikan manfaat bagi kesehatan kulit Anda.

  • Dapat mencegah proses penuaan
Adapun daun singkong juga bermanfaat yang kali ini terbilang cukup menarik, yaitu dapat mencegah proses penuaan. Yang mana penuaan dini akan membuat orang-orang menjadi tidak Pede atau tidak peraya diri, serta dapat membuat seseorang tersebut menjadi minder jika bersamaan dengan teman sebayanya. Jadi dengan mengkonsumsi daun singkong, akan dapat meminimalisir proses penuaan, terutama pada wajah orang tersebut. Dan Insya Allah akan menjadi tetap awet muda atau sedikit dapat menjadi awet muda serta memperlambat proses penuaan. :)

Nah itulah tadi penjelasan sedikit mengenai 7 manfaat daun singkong, mudah-mudahan akan menjadikan motivasi bagi kita agar tetap menjadikan sayur-sayuran sebagai teman makan sehari-hari, karena tidak salahnya Anda makan sayur setiap hari agar kesehatan tubuh Anda tetap terjaga.

Populer Minggu Ini