Showing posts with label Tanaman. Show all posts
Showing posts with label Tanaman. Show all posts

Cara Mudah dan Sederhana Membudidayakan Jamur Tiram

Jamur Tiram sudah begitu populer bagi masyarakat kita, untuk itu sudah begitu banyak para petani menanam dan membudidayakan tumbuhan yang satu ini. Selain bentuknya yang unik, ia memiliki cita rasa yang enak dan sangat baik untuk dikonsumsi. Oleh karena itu, cocok bagi Anda yang ingin membudidayakan jamur tiram ini, bisa Anda lakukan sendiri di rumah, pekarangan maupun di lahan pertanian milik Anda. Untuk itu perlu bagi Anda melakukan cara mudah dan sederhana untuk membudidayakan jamur tiram tersebut dengan mengikuti beberapa langkah pada penjelasannya berikut di bawah ini.
Adapun pembuatan lahan dan tempat untuk membudidayakan jamur tiram ini tidak begitu sulit, dan Anda akan yakin pembudidayaan yang Anda lakukan tersebut lebih mudah dari yang dibayangkan. Hehehehe. Anda bisa melakukannya tidak perlu dengan lahan khusus, karena tumbuhan ini bisa berkembang dengan cepat. Yang perlu dipersiapkan adalah tempat yang cocok dan tidak mudah diganggu  oleh apapun.

Nah, ada beberapa alat yang perlu Anda siapkan terlebih dahulu sebelum menanam atau membudidayakan jamur tiram, antara lain Anda hanya memerlukan alat-alatn dan bahan-bahannya sebagai berikut:
  • Sebuah drum yang bersih
  • kayu bakar (ini untuk Anda menyalakan api, yaitu selama lebih kurang 9 jam)
  • Bambu atau rak kayu untuk melatakkan log
  • termometer
  • Ph meter
  • Alat penyemprot kecil (misalnya tempat kispray untuk setrikaan)
  • Cincin dari bambu atau dari paralon 
  • Dedak halus 21 kg
  • Serbuk kayu sebanyak 10,5 kg
  • Pupuk TSP 1 kg
  • Tepung jagung sebanyak 0,6 kg
  • Kapur 3 buah
  • Bibit jamur F3 sebanyak 3 botol
  • Alkohol sebanyak 95% 1 liter
  • Kantong plastik putih 20x35x0,5 sebanyak 300 lembar
  • Karet gelang anti panas sebanyak 600 buah
  • Air bersih sebanyak 30 liter
  • Kertas roti 10x10cm 300 lembar

Cara melakukan media tanam jamur tiram

  •  Bersihkan serbuk kayu, dan buang serpihan-serpihan yang kasar dan tajam, karena itu bisa merusak plastik
  • Aduk semua bahan-bahan yang telah disebutkan tadi di atas menggunakan air, gunakan air secukupnya jangan sampai kelebihan ataupun kekurangan air, lalu aduk hingga merata dan usahakan jangan ada gumpalan-gumpalan. Setelah itu adonan yang telah diaduk tersebuk digenggam, lakukan penggenggaman tersebut jangan ada air yang menetes.
  • Masukkan adonan itu ke dalam plastik transparan tadi dengan cara dipadatkan. (Kepadatan tersebut adalah penting karena hal itu akan dapat menentukan proses pertumbuhan jamur tiram tersebut nantinya. Lalu sisakan ikatan plastik seukutan 15 cm agar mudah diikat.
  • Sisa ujung plastik tersebut Anda masukkan ke dalam cincin dari bambu tadi, kemudian lipat keluar, lalu tutup dengan menggunakan kertas roti dari atas, ikat dengan karet gelang yang tahan panas.
  • Masukkan ke dalam drum yang terdapat pada bagian bawahnya diisi dengan air bersih dan diberi angsang, melakukannya tersebut seperti mengukus nasi, kemudian tata seluruh log tersebut dengan rapat dan rapi.
  • Kukus log itu setidaknya selama 9 jam
  • Setelah itu turunkan log tersebut kemudian Anda simpan pada tempat yang tertutup, penyimpanan tersebut lakukan selama 8 jam supaya menjadi dingin.

Proses pembibitan

Adapun proses pembibitan dalam pembudidayaan jamur tiram, harus Anda lakukan pada ruangan yang tertutup, pastikan tidak ada kontaminasi dalam proses pembibitan ini. Alkohol yang dibutuhkan tersebut adalah untuk menyemprot seisi ruangan dengan tujuan untuk menghindarkan bibit yang terkontaminasi, dalam proses ini sangatlah berpengaruh terhadap sukses atau tidaknya Anda dalam membudidayakan jamur tiram.

Adapun proses pembibitan yang bisa Anda lakukan adalah sebagai berikut:
  • Pertama gunakan sarung tangan demi keamanan Anda.
  • Buka karet gelang penutup plastik itu tadi, masukkan sekitar 7-12 butir jagung ke dalam satu log pada posisi yang bukan di permukaan.
  • Masukkan bibit dengan kapas dan tutup kembali.
  • Proses pertumbuhannya memerlukan waktu hingga beberapa hari agar bisa tumbuh.
  • Lakukan pembibitan dengan cepat untuk mencegah dari masuknya bakteri. 
  • Kemudian lakukan penyemprotan air ke seluruh bagian ruangan atau tempat Anda menanam jamur tersebut agar selalu lembab. Lakukan penyemprotan tersebut setiap hari. Untuk lebih optimal, lakukan pada siang hari.
  • Jika sudah muncul cangkang, tunggu selama waktu 2-3 hari untuk bisa dipanen.
 Adapun jamur tiram ini akan mudah layu atau cepat menguning, jika sudah dipanen, sebaiknya langsung saja Anda bawa ke pasar atau dikonsumsi sendiri. Jika lebih lama, tentu Anda akan rugi sendiri dan jerih payah Anda tidak bisa dinikmati dengan maksimal.

Nah demikianlah Cara Mudah dan Sederhana Membudidayakan Jamur Tiram, semoga bermanfaat dan semoga sukses selalu buat Anda. Terimakasih telah meluangkan waktu dalam membaca dan mengikuti petunjuk di atas.

Macam-Macam Jenis Tanaman Umbi-Umbian dan Contohnya

Tanaman umbi-umbian merupakan suatu tanaman pertanian yang dibudidayakan dari jenis tumbuhan yang merupakan bentuk modifikasi dari organ tumbuhan yang lain dan berfungsi untuk penyimpan zat tertentu (misalnya memiliki zat karbohidrat). Organ yang dimodifikasi ini dapat berupa, batang, daun atau akar. Bentuk modifikasi ini biasanya adalah pembesaran ukuran dengan perubahan anatomi yang sangat jelas terlihat. Tanaman Umbi-umbian tersebut biasanya terbentuk dan berada tepat pada bagian bawah permukaan tanah. Untuk lebih jelasnya mari kita simak Macam-Macam Jenis Tanaman Umbi-Umbian dan Contohnya. Yang mana umbi-umbian ini juga termasuk bagian dari pertanian.
Tanamann jenis Umbi-umbian tersebut terbagi menjadi tiga kelompok, pembagian ini merupakan dilihat menurut asal terjadinya. Yaitu umbi batang, umbi akar, dan umbi lapis. Umbi akar contohnya adalah tanaman ketela pohon (singkong), uwi, wortel, ubi jalar. Adapun contoh Umbi batang adalah tanaman talas, kentang, suweg. Sedangakan contoh umbi lapis adalah bawang merah dan bawang bombay. Nah itu merupakan sedikit dari macam jenis tanaman umbi-umbian.

Baca juga : Cara Mudah dan Sederhana Membudidayakan Jamur Tiram

Untuk keterangan lengkapnya silahkan dilihat pada penjelasannya di bawah ini. Yang mana tanaman umbi-umbian yang terbagi dalam tiga kelompok, yaitu berdasarkan menurut asal terbentuknya. Yaitu:

  • Umbi Batang
Umbi batang yaitu jenis umbi-umbian yang terbentuk pada bagian pangkal batang tanamannya, yang mana pada umbi batang ini terdapat fungsi untuk menyimpan cadangan makanan yang dilakukan oleh tanaman tersebut. Adapun Umbi batang terletak di bawah permukaan tanah, dan sebagian ada pula yang terdapat di dalam tanah dan sebagian lagi terdapat pula di atas permukaan tanah. 

Adapun contoh umbi batang yang umbinya terdapat di dalam tanah secara keseluruhan adalah tanaman kentang. Tanaman kentang disebut umbi batang karena tanaman kentang jenis umbi-umbian yang berakar tunggang, yang mana terdapat banyak akar. Diantara akar samping tersebut, terdapat stolon yang merupakan suatu cabang samping dari batangnya. Pada bagian ujung stolon ini bisa membesar dan membentuk umbi yang lebih besar. 

Sedangkan contoh umbi batang yang pada sebagian umbinya berada di dalam tanah dan kemudian pada sebagiannya lagi berada di atas tanah adalah tanaman talas. Umbi pada tanaman talas ini terbentuk di pangkal bagian batangnya, pada awalnya umbi batang talas ini hanya berada di bawah tanah, tetapi lama-kelamaan umbinya tersebut semakin bertambah dan kemudian naik ke atas, hal ini disebabkan karena daunnya yang telah mengering lalu jatuh dan pada bagian upihnya akan membesar dan menjadi umbi. Adapun Contoh tanaman lain selain talas adalah tanaman sente.

Lihat juga :  Cara Membudidayakan Kelengkeng

  • Umbi Akar
Umbi akar adalah jenis tanaman umbi-umbian yang terbentuk karena adanya perkembangan akar yang membesar, yang mana hal ini disebabkan oleh penumpukan nutrisi pada suatu waktu tertentu untuk menyimpan cadangan makanan pada tanaman tersebut. Umbian ini secara keseluruhannya berada di bawah tanah. Umbi akar dalam satu tanaman ada yang berjumlah satu buah dan dalam satu tanaman ada yang berjumlah lebih dari satu. 

Contoh tanaman yang memiliki satu umbi akar dalam satu tanaman adalah tanaman wortel. Sedangkan contoh tanaman yang dalam satu tanaman terdapat lebih dari satu umbi adalah tanaman singkong atau yang sering disebut ketela pohon.

  • Umbi Lapis
Yang ketiga adalah umbi lapis. Umbi lapis merupakan salah satu dari jenis umbi-umbian yang berbentuk berlapis-lapis. Bentuk umbi lapis ini biasanya pada ujungnya bersatu dengan daun dan pangkalnya dengan akar. 
Adapun Contoh tanaman umbi lapis tersebut adalah tanaman bawang merah dan bawang bombay.

Nah itulah sedikit pembahasan Saya mengenai Macam-Macam Jenis Tanaman Umbi-Umbian dan Contohnya. Semoga memberikan manfaat dan menjadi ilmu yang bermanfaat bagi kita. Terimakasih atas kesempatannya dalam membaca artikel ini.

Cara Menanam Kacang Hijau dengan Baik dan Benar

Pada kacang hijau terdapat kandungan nutrisi yang tinggi, selain terdapat rasa yang enak, lembut dan manis, itu semua bisa Anda rasakan jika Anda membuatnya menjadi bubur, yaitu namanya bubur kacang hijau. :) Nah, sebelum membahas lebih jauh mengenai rasa kacang hijau yang enak tersebut, sebaiknya kita bahas terlebih dahulu tentang cara membudidayakannya. Adapun jika Anda ingin membudidayakan dan menanam kacang hijau, simak penjelasan di bawah ini, yaitu cara Menanam Kacang Hijau dengan Baik dan Benar.
Kacang hijau merupakan tanaman yang sangat cocok tumbuhnya di daerah tropis. Apalagi di Indonesia memiliki cuaca yang beriklim tropis, jadi hal ini sangat pas bagi Anda yang hendak menanam kacang hijau di sekitar Anda, baik di ladang maupun di kebun milik Anda. Dan juga kacang hijau ini merupakan tanaman yang bersuku jenis polong-polongan.

Baca juga: Teknik Membudidayakan Tanaman Jagung

Jadi berikut ini ada beberapa cara untuk Menanam Kacang Hijau dengan Baik dan Benar.
  • Pastikan tanah yang hendak Anda tanam kacang hijau tersebut pada tanah yang gembur. Yaitu dengan kandungan pH 5,8-7,0. Dan kacang hijau sangat cocok tumbuh pada daerah yang memiliki curah hujan yang optimal, yaitu antara 50-200 mm/bulan. Dan temperatur suhu sekitar 25-27 derajat celcius. Serta kelembaban udara sekitar 50-80%, kemudian harus mendapatkan sinar matahari yang cukup, demi kelangsungan hidupnya kacang hijau tersebut. 
  • Kemudian perlu ditanam kacang hijau tersebut dengan sistem tugal, yaitu dengan menancapkan lubang, jadi setiap lubang dimasukkan sebanyak 2 biji bibitnya itu untuk setiap lubang. Adapun jarak tanamnya dengan ukuran yaitu 40x10 cm. 
  • Kemudian memberikan pupuk. Pemberian pupuk dapat Anda lakukan dalam waktu yang tidak begitu lama sejak masa tanam untuk tanaman kacang hijau, contohnya pada saat usia kacang hijau tersebut baru berusia 2 minggu, Anda sudah disarankan untuk memberikan pupuk. Hal ini karena tanaman ini membutuhkan nutrisi untuk perkembangan tumbuhnya.
  • Pupuk yang diberikan yaitu POC NASA, lakukanlah pemupukan tersebut setiap 2 minggu sekali, pupuklah secara rutin. Jadi dengan rutinnya Anda memberikan pupuk, maka pertumbuhan tanaman kacang hijau Anda tersebut akan dapat tumbuh dengan baik.
  • Akan tetapi metode pemupukan tersebut akan berbeda disaat masa tumbuhnya dengan masa berbunga. Pada masa berbunga ini, tanaman kacang hijau Anda cukup dilakukan penyiraman saja secara rutin. 

Pencegahan Hama dan Penyakit

Sudah menjadi hal yang lumrah, setiap tanaman pasti akan ada hama atau penyakitnya. Jadi untuk mengatasi hal tersebut, perlu Anda perhatikan tipsnya pada keterangannya di bawah ini.

Penyakit yang sering menyerang tanaman kacang hijau tesebut yaitu basi batang, bercak daun, penyakit puru dan embun tepung. Untuk pencegahannya perlu dilakukan penyemprotan dengan menggunakan pestisida, dan fungisida, yang mana jenisnya antara lain yaitu: Dithane M-45, Benlate, dan Daconil. Ini dilakukan pada saat awal serangan penyakit pada tanaman ini.

Adapun hama yang mutlak menyerang tanaman kacang hijau ini antara lain yaitu Lalat kacang, Kepik coklat, Kepik hijau, Kutu Thrips, dan lain sebagainya. Untuk mengendalikan hama semacam ini, Anda hanya perlu menggunakan insektisida, yaitu insektisidanya semacam Regent, Atabnon, Curacron, Furadan. Gunakanlah dosisnya sebanyak 2-3 ml/liter air. Gunakanlah semprot dengan volume semprotnya bekisar 10 gram/kg benihnya.

Demikianlah cara Menanam Kacang Hijau dengan Baik dan Benar, semoga bermanfaat dan semoga sukses bagi Anda yang sedang maupun hendak menanam kacang hijau tersebut. :)

Membudidayakan Buah Naga Agar Berbuah Lebat

Buah naga banyak memiliki manfaat yang melimpah sehingga membuat banyak para petani dan kalangan masyarakat berinisiatif dan berkeinginan untuk melakukam penanaman serta pengembangan buah naga. Dan juga buah naga ini juga dapat dijadikan tanaman hias yang bisa ditanam di pekarangan rumah, jadi dengan demikian, selain sebagai tanaman hias, buah naga tersebut juga bisa dikonsumsi sendiri. Berikut ini akan dijelaskan mengenai cara Membudidayakan Buah Naga Agar Berbuah Lebat. Silahkan dilanjutkan membacanya. Hehehe
Menanam Buah naga merupakan sesuatu yang bisa dikatakan agak mudah. Yang mana tidak membutuhkan teknik yang khusus untuk bisa menanam buah naga tersebut. Pada umumya, tanaman buah naga yang sering ditanam oleh masyarakat adalah buah naga yang memiliki warna merah, kemudian pada bagian dagingnya terdapat warna putih dengan biji-biji yang halus berwarna hitam.

Baca juga : Cara Menanam Seledri Supaya Tumbuh dengan Subur

Adapun untuk membudidayakan buah naga tersebut ada beberapa tahap yang perlu Anda jalani agar memperoleh hasil yang memuaskan, yaitu memiliki buah naga yang lebat. Nah, tahap-tahap tersebut bisa disimak pada keterangannya di bawah ini.

  • Penyiapan bibit
Untuk penyiapan bibit, sebaiknya Anda melakukan penyetekan pada batang buah naga yang pernah berbuah, minimal sebanyak 3-4 kali, karena hal ini akan berguna untuk menurunkan sifat produktivitas batang indukannya tersebut, yang mana indukannya tadi telah lebih dahulu berbuah dengan cepat dan juga sudah diketahui indukan yang memiliki kualitas tinggi. Jangan lupa pilih batang dengan ukutan minumal 8 cm yang sudah tua dan yang sudah keras, serta dengan memiliki warna hijau kelabu, karena semakin besar batang, akan semakin baik pula kualitasnya. Dan ini bisa dijadikan pula untuk batang induk utama nantinya.

Baca juga: Cara Memupuk Buah Naga Agar Cepat Berbuah Lebat

Melakukan emotongan batang indukan buah naga tersebut adalah berukuran sekitar 80 -120 cm, sisakan sepanjang 20%, lalu yang 80% nya dijadikan untuk calon bibit selanjutnya, kemudian batang calon bibit dengan panjangnya 20-30% untuk ujung pada bagian atas agar dipotong rata, sementara pada bagian untuk ditanam dibuat berbentuk meruncing yang berguna agat untuk merangsang akar supaya cepat keluar dengan mata tunas minimal 4 buah, lalu setelah disetek dan setelah sepotong, biarkan sampai getahnya mengering, jangan langsung ditanam karena nantinya akan dapat meyebabkan batangnya menjadi busuk, sementara untuk menghindari jamur akar jangan lupa dicelupkan pada larutan fungisida.

Kemudian langkah selanjutnya dalam penyiapan bibit ini adalah persiapkan bedengan atau polybag, ini berguna untuk menanam setek-setek tersebut, jangan lupa bedengannya atau polybagnya disiram, yang mana telah diisi dengan media tanam dari tanah yang telah dicampur dengan pupuk kandang, kemudian tancapkan bagian yang runcing dari setek tersebut ke dalam media tanam tadi dengan ukuran kedalaman tanahnya 5 cm.

Berikan atap sebagai tempat untuk naungan yang berguna untuk melindungi bibit atau setekan tadi agar terhindar dari sinaran matahari langsung, adapun tunas muda tersebut lakukan peyiraman sebanyak 2-3 hari sekali. Jika sudah berusia 3 minggu, biasanya tunas tersebut akan mulai tumbuh serta naungan atap tadi harus dibuka agar terkena sinaran matahari langsung secara penuh. Untuk pemeliharaan bibit, biasanya dilakukan selama 3 bulan, yang mana pada usia ini bibit buah naga akan memiliki ketinggian 50-80 cm.

  • Pembuatan tiang panjat
Tahap selanjutnya yaitu membuat tiang panjat. Buah naga memerlukan tiang panjat untuk tumbuh dan untuk dapat menjalar. Tiang panjat ada yang bisa dibuat dari kayu bulat dan juga dapat dibuat secara permanen dari beton yang berbentuk pilar persegi empat atau silinder dengan mempunyai diameter sekitar 10-15cm dengan memiliki ketinggiannya mencapai 2 meter, dan dengan kedalaman 50 cm agar bibit tumbuhan buah naga iyu menjadi lebih kuat berdiri, lalu pada bagian atas diberikan penopang dari kayu atau beton yang melingkar.

Dalam pembuatan tiang panjat, perlu dibuat secara berbaris, jarak antara tiang dalam satu baris adalah berukuran 2,5 meter dengan memiliki jarak antar baris 3 meter yang secara sekaligus menjadi jarak tanam. Sedangkan pembuatan saluran drainase dibuat sedalam 25 cm.

  • Pengolahan tanah
Jika tiang panjat tadi telah selesai disiapkan, langkah selanjutnya yaitu pembuatan luang tanam dengan ukuran  60×60 cm, dan berkedalaman 25 cm, yang mana posisi tiang panjat tersebut terletak tepat di tengah lubang tanam buah naga Anda.

Adapun cara pengolahan tanahnya adalah dengan mencampurkan 10 kg pasir dengan tanah galian, ini berguna agar dapat menambah tingkat porositas tanah, selain itu tambahkan juga pupuk kandang atau pupuk kompos sebanyak 10-20 kg atau dapat juga menggunakan kapur pertanian s300 gram, ini dikarenakan buah naga banyak memerlukan kalsium, kemudian aduk semua bahan tadi hingga merata.

Langkah selanjutnya yaitu timbun kembali lubang tanam lengkap dengan bahan-bahannya tadi, lalu disiram dengan air bersih, kemudian biarkan selama 2-3 hari, masing-masing lubang tanam tersebut diberikan pupuk TSP sebanyak 25 gram. Diamkan selama 3 hari yang kemudian baru bisa Anda tanam bibit buah naga yang telah disiapkan sebelumnya.

  • Pemupukan dan perawatan
Adapun tahap pemupukannya yaitu jika Anda mempunyai pupuk kandang, bisa diberikan bekisar 3 bulan sekali. Yang mana dosis yang diberikan tersebut sebanyak 5-10 kg pupuk perlobang, jika pada tahap berbunga dan berbuah, berikan pupuk NPK dan ZA dengan dosis sebanyak 20-50 gram perlobang.

Kemudian proses perawatan selanjutnya adalah melakukan peyiraman, yang mana penyiramannya tersebut dilakukan dengan cara mengalirkan air pada bagian parit-parit drainase, dapat juga Anda menggunakan gembor atau irigasi tetes dengan bantuan slang sprint. Jika menyiram atau mengairinya dengan parit pada drainase, lakukan dengan cara merendam parit tersebut selama kurang lebih 2 jam dan jika menggunakan gembor, perlubang tanamnya Anda siram dengan air sebanyak 4-5 liter dengan peyiraman secara berturut-turut sebanyak 3 kali sehari di musim kering, yang mana penyiraman ini perlu disesuaikan dengan kondisi tanah.

  • Tahap panen 
Nah, tahap inilah tahap yang paling ditunggu-tunggu, Membudidayakan buah naga tentu Anda juga ingin mendapatkan hasilnya bukan? Setelah sekian lama melakukan perawatan, inilah yang diharapkan, yaitu memanennya. Perlu diketahui, bahwa buah naga termasuk tanaman yang berumur panjang, yaitu dengan siklus produksi dapat mencapai hingga 15-20 tahun dan mulai berbuah pada bulan yang ke 10 hingga 12 setelah masa tanam, tapi tergantung dari bibit awal dan kesuburan tanahnya, serta tanaman itu sendiri. Adapun pada biasanya, panen pertama ini memang belum terlalu mendapatkan hasil yang optimal, karena buah naga tersebut baru belajar berbuah.

Adapun buah yang siap dipanen adalah ditandai dengan ciri-ciri kulitnya yang mulai berwarna merah mengkilap, selain itu pada jumbai buah terdapat berwarna agak kemerahan dengan memiliki warna hijaunya yang mulai berkurang, mahkotanya mengecil, lalu pada pangkal buah terdapat sedikit kuncup dengan ukuran beratnya sekitar 400-600 gram untuk masing-masing satu buah naga yang siap panen.

Demikanlah cara Membudidayakan Buah Naga Agar Berbuah Lebat, semoga berhasil dan semoga sukses bagi Anda yang sedang menjalani pembudidayaan buah naga, ataupun bagi Anda yang hendak melakukan penanamannya. Terimakasih.

Jadwal yang Tepat Untuk Memupuk Padi

Melakukan pemupukan pada padi adalah suatu usaha agar memperoleh hasil padi yang maksimal, terutama jika pada masa tanam yang telah cukup lama dan tanaman padi Anda sudah cukup besar, inilah saat dan jadwal pemupukannya yang harus dilakukan dan diperhatikan oleh kita yang sedang menanam padi agar mendapatkan hasil panen yang memuaskan, maka dari itu perlu dilakukan upaya dan jadwal yang tepat untuk memupuk padi yang sedang tumbuh dan berkembang. Oleh karena itu, jika dalam hal memupuk padi tersebut terdapat cara pemupukannya yang salah akan berakibat fatal pada tanaman padi tersebut.
Jadwal untuk memupuk padi tersebut harus benar-benar diperhatikan agar memperoleh hasil padi yang maksimal dan memiliki kualitas yang bagus, serta sesuai dengan yang diharapkan. Yang mana upaya pemupukan padi ini harus melalui beberapa proses dan tahap-tahapnya. Misalnya pada saat masa 1 minggu setelah masa tanam hingga pada saat mau panen.

Lalu bagaimana tentang jadwal yang tepat untuk memupuk padi tersebut? Berikut ini ada beberapa penjelasannya.

  • 1-2 Minggu
Jika pada saat tanaman padi Anda sedang memasuki usia tanam 1-2 minggu, upaya pemupukan untuk ukuran sawah satu hektar adalah sebagai berikut:
- 270 phonska
- 500 kg petroganik
- 135 kg UREA
- Pupuk ZA 90 kg

Nah pada saat ini padi sedang menghijau, jadi perlu dilakukan pemupukan agar ke depannya padi Anda akan dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

  • Masa 1 Bulan
DIsaat sudah memasuki usia tanam sekitar 1 bulan, perlu diadakan pemupukan susulan, dan ini juga untuk takaran 1 hektar sawah. Yaitu sebagai berikut:
- Phonska 150 kg
- UREA 50 kg

Adapun waktu pemupukan ini dilakukan sekitar jam 8-10 pagi, yang mana pada jam tersebut embun-embun pagi sudah mengering, dan disaat inilah saat yang tepat untuk memberikan pupuk untuk padi. Atau Anda juga bisa melakukan pemupukan ini disaat sore hari sekitar jam 5 sore. Adapun perlu juga Anda perhatikan, jika pada saat ini sedang musim hujan atau sedang turun hujan, sebaiknya pemupukan ini untuk sementara dihentikan dulu agar pupuk yang Anda punya tersebut tidak terbuang sia-sia. Jadi tunggulah disaat lahan sawah sedang mengering, maka perlu dilakukan pemupukan tersebut, walaupun persediaan air sedang cukup, maka perlu dikeringkan tanah sawahnya untuk diberikan pupuk ini agar menghasilkan buah padinya yang optimal.


Itulah sedikit penjelasan mengenai Jadwal yang Tepat Untuk Memupuk Padi, mudah-mudahan memberikan banyak manfaatnya bagi Anda yang sedang menanam padi, dan semoga mendapatkan hasil yang memuaskan.

Teknik Membudidayakan Tanaman Jagung

Tanaman jagung sudah dikenal oleh banyak orang di negara kita. Dan hampir setiap kalangan masyarakat sudah pernah memakan jagung bukan? Selain dari rasanya yang enak dan juga terasa manis dan empuk. Bahkan di beberapa daerah, jagung sudah diolah untuk menjadi makanan pokok di daerah tersebut. Akan tetapi pada daerah lainnya yang makanan pokoknya bukan jagung, maka jagung tersebut bisa dikonsumsi sebagai makanan pelezat saja. Nah pada artikel ini mari kita bahas bagaimana teknik yang tepat untuk membudidayakan tanaman jagung tersebut? Pada penjelasan berikut ini akan kita bahas lebih lanjut.

tanaman jagung

Membudidayakan tanaman jagung tidak jauh beda dengan membudidayakan tanaman lainnya, berikut ini akan kita ulas bagaimana langkah-langkahnya? Inilah langkah-langkah yang bisa Anda ikuti agar dapat menghasilkan buah jagung yang berlimpah.

  • Penyiapan Bibit Jagung
Langkah awal untuk membudidayakan jagung yaitu dengan menyiapkan bibitnya, banyak bibit jagung yang dijual dalam bentuk kemasan yang terdapat di toko-toko pertanian di daerah Anda atau bisa juga Anda dapatkan pada teman atau saudara, jikalau saja mereka juga sedang panen jagung. Siapkan saja bibitnya yang sesuai takarannya pada lahan jagung milik Anda.

  • Menyiapkan Lahan
Langkah yang kedua tentu dengan menyediakan lahan, karena pada lahan inilah tempat dimana jagung tersebut akan ditanam. Adapun untuk jenis tanah lahannya, jagung tidak memerlukan jenis khusus, perlu diperhatikan jagung cocok ditanam pada jenis tanah andosol, grumosol dan latosol. Dan tingkat keasaman tanah yang cocok untuk tanaman jagung yaitu pH 5,6 hingga tingkat pH 7,5. Dan jangan lupa persediaan air yang cukup untuk memaksimalkan produksi tanaman jagung Anda. 

  • Menanam Jagung
Setelah tersedianya lahan tadi, langkah berikutnya adalah menanam jagung, Adapun saat yang tepat untuk membudidayakan jagung adalah pada saat tanah sedang lembab, Anda bisa menyiram lahan tersebut dimana titik bibit jagung tersebut disemai. Kemudian perhatikan pula jarak antara tanaman jagung yang satu dengan yang lainnya memiliki jarak 100x40 cm untuk setiap lubang penyemaiannya. Kemudian buatlah lubangnya dengan kedalaman 3-5 cm, dan berilah setiap lubang tersebut sebanyak 3 biji hingga 5 biji bibit jagung untuk setiap lubangnya. 

  • Melakukan Pemupukan
Jenis pupuk yang diperlukan oleh tanaman jagung yaitu pupuk yang mengandung fosfor, kalium dan mengandung nitrogen. Yang mana unsur hara yang terdapat pada pupuk ini banyak mengandung nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman jagung agar dapat memperoleh hasil jagungnya yang berlimpah dan maksimal. 

  • Perawatan 
Adapun perawatan pada tanaman jagung ini cukup bermanfaat, jenis perawatannya yaitu penyulaman, pemangkasan daun jagung, pembubuan dan penjarangan. Adapun penjelasan lebih detailnya tentang perawatan ekstra untuk tanaman jagung ini yaitu seperti:
  1. Penyulaman, dilakukan pada saat tanaman jagung berusia 1 minggu.
  2. Pemangkasan daun jagung agar tidak terlalu banyak beban pada tanaman jagung tersebut agar dapat menghasilkan buah yang lebih maksimal, dan juga daun jagung juga dapat Anda gunakan untuk makanan ternak.
  3. Pembubuan adalah agar tanaman jagung dapat memperkokoh pohon jagung dan juga untuk mempermudah proses pengairan.
  4. Dan penjarangan ini dilakukan pada saat usia tanaman jagung juga sekitar 1 minggu
Adapun yang perlu dilakukan adalah menjaga tanaman jagung dari serangan hama, biasanya hama yang sering menyerang tanaman jagung ini yaitu ulat daun, ulat tanah, hama lundi dan masih banyak lagi ulat-ulat lainnya. Kemudian penyakit yang sering melanda tanaman jagung ini adalah bercak-bercak ungu, dan cendawan. Maka rawatlah tanaman jagung ini dari hama dan penyakit tersebut.

  • Pengairan
Pengairan ini sangat perlu dilakukan oleh Anda yang sedang menanam jagung, karena tersedianya cukup air akan sangat dibuthkan oleh tanaman jagung. Kegiatan pengairan ini yang tepatnya adalah pada saat pembungaan dan pengisian biji pada jagung. Adapun proses pembungaan ini terjadi pada saat tanaman jagung berusia 45-55 hari setelah masa penanaman. Dan proses pengisian biji pada tanaman jagung ini adalah sekita usianya 50-80 hari setelah masa tanam. Nah pada saat itulah kegiatan pengairan tersebut yang paling tepat.


  • Masa Panen
Ini adalah saat-saat yang paling dinantikan oleh setiap orang yang menanam jagung. Adapun masa panen jagung ini adalah pada saat jagung berusia 7 minggu setelah masa pembungaan tadi. Adapun ciri-ciri jagung yang siap untuk dipanen ini yaitu buah jagungnya sudah berwarna kuning. Jika lebih lama dari 7 minggu setelah masa pembungaan, biji jagung tersebut akan rusak, sedangkan jika dipanen terlalu dini, maka biji jagung tersebut akan keriput dan kecil-kecil. 

Nah itulah tadi teknik membudidayakan tanaman jagung, semoga tanaman jagung Anda membuahkan hasil sambil berdo'a dan berusaha agar membuahkan hasil yang maksimal :) Semoga penjelasan dan keteranga tadi memberikan manfaat bagi Anda dan orang-orang sekitar Anda. Hehehehehe

Meningkatkan Produksi Tanaman Padi

Upaya untuk meningkatkan produksi tanaman padi bisa terbilang cukup sederhana dan tidak begitu sulit dalam pengerjaannya. Sebagaimana yang telah kita ketahui, tanaman padi merupakan jenis tanaman yang lebih banyak dibudidayakan oleh para petani di Indonesia. Yang mana tujuan dari menanam padi ini adalah untuk menghasilkan beras, dan beras dimasak menjadi nasi, nah nasi inilah merupakan makanan pokok masyarakat kita yang bertempat tinggal di Indonesia wilayah barat dan tengah. Yang mana setiap orang yang menanam padi tersebut adalah ingin agar hasil padinya melimpah dan mendapatkan hasil panen padinya yang maksimal. Nah pada artikel ini akan kita bahas lebih lanjut mengenai hal tersebut. Semoga hasil tanaman padi Anda akan mendapatkan hasil panen yang berlimpah dan memperoleh produksi yang maksimal serta memuaskan.

Tanaman Padi
Untuk meningkatkan produksi tanaman padi, perlu diperhatikan pula tentang Jadwal yang Tepat Untuk Memupuk Padi dengan tujuan untuk mendapatkan hasil yang memuaskan. Jika membahas mengenai padi, tentu tanaman ini sangat erat hubungannya dengan sawah, walaupun terkadang ada pula para petani menanam padinya di ladang, akan tetapi sebagian besar tanaman padi tersebut lebih banyak ditanam di sawah. Karena membudidayakan padi di sawah adalah lebih banyak mendapatkan sumber air untuk pengairan padinya daripada di ladang. Yang mana melakukan pengairan tanaman padi tersebut sangat penting demi kelangsungan produksi padi itu sendiri dan dapat pula meningkatkan produksinya. Selain dari melakukan pengairan, tidak lupa pula bagi kita untuk melakukan perawatan khusus agar padinya dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Lalu apa saja perawatan khusus untuk meningkatkan produksi tanaman padi? Bisa Anda simak pada penjelasannya di bawah ini.

  • Upaya Pemupukan
Upaya yang pertama yaitu pemupukan. Setelah Anda menanam padi, tidak berhenti sebatas itu saja, akan tetapi perlu dilakukan perawatan tanaman padi lebih lanjut, yaitu memupuknya. Pada tahap pemupukan ini adalah bertujuan dan berusaha agar tanaman padi dapat tumbuh dengan subur. Jadi pupuknya dapat diperhatikan pula pupuknya yang cocok dengan tanaman padi.

  • Melakukan Pembersihan Gulma yang Tumbuh di Sekitar Tanaman Padi
Membersihkan gulma yang terdapat di sekitar tanaman padi sangat perlu dilakukan, hal ini tidak lepas kaitannya dengan produksi tanaman padi itu tadi. Jadi dengan adanya upaya pembersihan gulma akan dapat meningkatkan produksi tanaman padi. Karena jika banyaknya gulma yang tumbuh, akan menghambat pertumbuhan padi.

  • Membasmi Hama
Membasmi hama adalah untuk menghindari beragam penyakit yang bisa saja menyerang tanaman padi. Jika tanaman padi Anda banyak dihinggapi hama, maka upaya peningkatan produksi tanaman padi tersebut akan terhambat. Dan bisa saja membuat buah padi Anda akan hampa, tidak berisi. Dan ini akan membuat pekerjaan Anda akan sia-sia bukan? Terutama hama yang sering menyerang tanaman padi ini adalah walang sangit, wereng, ulat, dan masih banyak lagi hama lainnya. Adapun upaya untuk membasmi hama padi tersebut bisa Anda lakukan dengan menyemprot padi tersebut dengan cairan Imidastar 200 SL, atau Phefoc. Anda bisa mendapatkan alat pembasmi hama ini di toko-toko pertanian terdekat. Adapun menggunakan phefoc tersebut selain dapat membasmi hama, juga dapat mempercepat pertumbuhan tanaman padi.

  • Memupuk Pada Tahap Kedua
Jadi kira-kira pada saat tanaman padi Anda sudah berumur 2 bulan, atau disaat tanaman tersebut sudah menghijau, Anda perlu melakukan pemupukan pada tahap kedua. Upaya ini adalah bertujuan untuk meningkatkan produksi tanaman padi Anda. Dan tentu harapannya agar tanaman padi menjadi lebat dan memproduksi buahnya yang berlimpah.

Nah demikianlah upaya kita untuk dapat meningkatkan produksi tanaman padi. Jika Anda melakukan semua tahap-tahap di atas secara konsisten, maka Insya Allah tanaman padi Anda akan tumbuh subur sesuai dengan yang diharapkan. Jangan lupa untuk memilih pupuk padi yang baik agar produksinya makin baik pula. Semoga penjelasan di atas bisa memberikan informasi yang bermanfaat bagi kita semua.

Inilah Pupuk Dasar yang Digunakan Untuk Menanam Cabe

Memupuk suatu tanaman merupakan hal yang perlu dilakukan agar tanaman yang kita tanam tersebut dapat tumbuh dengan baik dan maksimal. Jika suatu tanaman tersebut tumbuh dengan subur, maka tanaman tersebut akan menghasilkan buah dan hasil yang baik dan berkualitas. Tidak terkecuali dengan tanaman cabe, kita harus memberikan dan menggunakan pupuk supaya cabe yang kita tanam dapat tumbuh dengan subur dan menghasilkan buah cabe yang berkualitas. Oleh karena itu kita harus memperhatikan pula sebelum memulai untuk melakukan penanaman cabe, maka kita harus memberikan pupuk dasar. Maka dengan adanya kita memberikan pupuk dasar itu, hal tersebut akan menjadikan tanah lahan untuk tanaman cabe yang akan ditanami itu agar tumbuh dengan subur. Lalu apa saja pupuk dasar yang digunakan untuk menanam cabe tersebut? Di bawah ini akan kita bahas lebih lanjut.


Pupuk yang digunakan untuk menanam cabe tersebut sebenarnya lumayan banyak dan terdapat bermacam-macam jenisnya. Maka dari itu, di sini Saya akan membagikan beberapa informasi dan pengalaman bertani tentang apa saja pupuk dasar yang bagus dan cocok untuk tanaman cabe. Maka dari itu di bawah inilah jenis dan macam pupuk dasar tersebut yang perlu digunakan sebagai bahan dasar untuk memulai menanam cabe ditahap awal. Hal ini bertujuan agar mendapatkan hasil cabe yang berlimpah dan mendapatkan buah cabenya yang berkualitas. Jadi di sini kita tidak membahas tentang cabe-cabean ya.. Hahahaha :D


Nah, berikut ini ada beberapa pupuk dasar yang perlu digunakan untuk menanam cabe:


- Pupuk NPK Mutiara

Pupuk NPK mutiara ini sangat penting bagi tanaman dan juga berguna bagi kesuburan tanah yang ditanami tanaman tersebut, salah satunya tanaman cabe. Jadi Pupuk NPK mutiara termasuk pupuk yang baik dan cocok sebagai pupuk dasar untuk menanam cabe. Banyak manfaatnya pupuk NPK ini bagi tanaman.


- Pupuk Kompos atau Pupuk Kandang

Pupuk kompos merupakan pupuk yang dihasilkan oleh suatu penguraian dari sisa-sisa tanaman atau dari kotoran hewan, yang mana pembuatan pupuk kompos tersebut dibantu dengan organisme hidup. Adapun pupuk kandang juga tidak terlalu berbeda dengan pupuk kompos, yang mana kita sering  mendengar pupuk kompos adalah juga pupuk kandang. Jadi dengan menggunakan kompos atau pupuk kandang akan memberikan kesuburan yang tinggi bagi tanah yang akan ditanami cabe tersebut. Dan juga akan membuat tanah menjadi lebih gembur serta meningkatkan unsur hara yang memberikan kesuburan pada tanaman. Pada pupuk kompos ini terdapat unsur-unsur yang sangat berguna bagi tanaman dan tanahnya, yaitu mengandung Nitrogen (N), Kalsium (K), Kalium (Ca), Phosfor (P) dan mengandung unsur Magnesium (Mg), yang mana kandungan unsur-unsur tersebut memberikan tingkat kesuburan yang maksimal.


- Pupuk Phonska Cair
Pupuk phonska cair juga bisa digunakan sebagai pupuk dasar untuk menanam cabe agar berbuah dengan lebat dan memberikan hasil cabe yang berlimpah, maka dari itu pupuk ini sangat membantu untuk menjadikan tanah dan tanaman cabe yang akan Anda tanam dapat tumbuh dengan subur, sama juga halnya dengan pupuk kompos atau pupuk kandang yang telah kita bahas di atas.


Nah, itulah tadi Pupuk Dasar yang Digunakan Untuk Menanam Cabe, semoga informasi di atas dapat membantu buat Anda yang ingin menanam cabe, semoga bermanfaat dan mudah-mudahan tanaman cabenya dapat tumbuh sesuai dengan harapan dan memberikan hasil yang banyak. Terimakasih.

Cara Membudidayakan Cabe Merah

Cabe atau disebut juga dengan cabai memiliki tempat tersendiri di Indonesia. Dan hampir setiap orang suka makan dengan dicampur cabe, entah itu cabe segar atau cabe yang sudah diolah menjadi sambal.
Cabe merupakan salah satu komoditas sayuran yang banyak diperlukan dan dibutuhkan oleh kalangan masyarakat, baik itu masyarakat lokal ataupun masyarakat internasional. Permintaan cabe semakin hari kian bertambah, seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk yang berada di berbagai daerah maupun di berbagai negara. Sehingga pembudidayaan sayur yang berjenis cabe ini menjadi suatu peluang usaha yang menjanjikan, bukan hanya sebatas pasar lokal saja, namun berpeluang juga untuk memenuhi pangsa pasar ekspor. Jadi sangat perlu bagi kita untuk membudidayakan cabe merah.


Tanaman cabe berasal dari daerah tropis yang terdapat di benua Amerika, sekarang sudah banyak dibudidayakan di Indonesia. Potensi bisnis cabe ini lumayan menguntungkan, dan menarik minat bagi para petani di daerah dataran yang tinggi maupun dataran rendah, sehingga daerah pesisir pantai juga bisa untuk membudidayakan cabe merah ini.

Baca juga : 3 tanaman budidaya yang menguntungkan panen tiap hari
Baca juga : Cara Merawat Cabe Merah Agar Berbuah dengan Lebat

Adapun jenis cabe memiliki macam-macam variasi, beberapa jenisnya itu dibedakan berdasarkan pada bentuk, ukuran, rasa pedasnya serta warna buahnya. Jenis cabe di Indonesia sendiri banyak dibudidayakan adalah cabe rawit, cabe keriting, cabe besar, serta cabe paprika, dalam hal ini cabe lebih diidentikkan dengan namanya cabe merah. Karena untuk menyesuaikan permintaan untuk konsumen yang banyak menggunakan jenis cabe merah tersebut untuk bahan penyedap masakan. Jadi dalam pembahasan ini ada beberapa ulasan mengenai cara membudidayakan cabe merah, berikut ini ada beberapa cara dan kiat-kiatnya agar cabe merah agar menjadi tumbuh subur dengan baik.

Akan tetapi sebelum membudidayakan cabe merah, perlu diperhatikan mengenai pupuk dasar yang digunakan untuk menanam cabe. Adapun hal yang perlu Anda perhatikan dalam membudidayakan cabe adalah sebagai berikut :

  • Pemilihan Lahan untuk Tanaman Cabe
Pemilihan lahan yang baik dan benar. Tanaman cabe  sangat sesuai bila ditanam di daerah yang disinari matahari yang cukup, yaitu antara 10-12 jam perhari, dan memiliki suhu antara 24-28° celcius, serta memiliki kelembapan sekitar 80% dan juga sangat cocok untuk tumbuh di tanah lempung yang berpasir dan mengandung banyak unsur hara, lalu memiliki sekitar 6 sampai 7 pH.
  • Memilih Musim Tanam Cabe Secara Tepat
Musim tanam cabe secara tepat adalah disaat pasokannya berkurang, jika harganya sedang anjlok, sebaiknya Anda ganti dengan menanam tanaman yang lain. Ini bertujuan untuk mencegah terjadinya kerugian akibat dari anjloknya harga, disaat pasokan cabe sedang melimpah.
  • Memilih Jenis Cabe
Dalam memilih jenis cabe, pilihlah jenis cabe yang cukup banyak diminati oleh konsumen, namun harga bibitnya yang tidak begitu mahal. Jadi dengan cara ini biaya produksi akan dapat ditekan, supaya tidak membuat Anda rugi.
  • Proses Perawatan yang Tepat
Proses perawatan yang tepat yaitu misalnya dengan menyemprot pestisida cair dengan ukuran dosis 0,5-1 gram/liter ke lahan cabe sebelum penanaman bibit, tujuannya ini adalah agar dapat mencegah dari serangan jamur dan patogen-patogen lain. Selain itu, setelah penanaman selama 10 hari, tambahkanlah pupuk seminggu sekali. Lakukan secara berselang-seling dengan memberikan pestisida.

Nah, itu tadi tips-tips yang diperhatikan selama proses pembudidayaan tanaman cabe merah. Dan berikut ini ada beberapa proses atau tahapan dalam membudidayakan cabe merah. Inilah proses-prosesnya :


1. Mengolah Lahan
  • Bersihkan lahan dari gulma dan rumput-rumput liar
  • Tanah digemburkan dan berikan pupuk kandang
  • Sebarkan pupuk kandang pada lahan yang akan Anda tamani cabe tersebut dengan dosis antara 0,5 - 1 ton
  • Buatlah bedengan dengan ukuran lebar 100 cm dan parit selebar 80 cm
  • Siramkan lahan tersebut dengan super nasa dengan rincian super nasa tersebut yaitu 1 botol dilarutkan ke dalam 3 liter air (larutan ini menjadi larutan induknya). Lalu setiap 50 liter air tambahkan sebanyak 200 cc larutan induk itu tadi sebanyak 10 liter, dan diberi 1 sendok makan peres super nasa tersebut kemudian siramkan ke bedengan lebih kurang setiap 5-10 m
  • Tambahkan poc nasa dengan rincian : 10 liter diberi 2-4 tutup NASA dan siramkan ke bedengan tersebut sepanjang antara 5-10 meter
  • Kemudian campurkan glio dengan pupuk kandang, yaitu rinciannya : sebanyak 100-200 gram (1-2 bungkus glio) campurkan dengan 50-100 kg pupuk kandang, biarkan selama 1 minggu dan sebarkan ke bedengan
  • Bedengan tersebut kemudian ditutup dengan mulsa plastik dan kemudian dilubangi, jarak tanam yaitu 60 cm x 70 cm dengan pola zig zag dan biarkan selama 1-2 minggu.
 
2. Penyiapan Benih

Dalam proses penyiapan benih, ini bisa dilakukan selama proses menunggu selesainya proses penyiapan lahan tadi, misalnya setelah Anda menyiapkan lahan tersebut setengah selesai atau belum sepenuhnya selesai, Anda sudah bisa menyambilkan dengan proses penyiapan benih ini, yang mana dengan cara ini Anda tidak merasa bosan jika harus menunggu selama 2 minggu proses penyiapan lahan tadi, nah Anda bisa menyiapkan benih juga selama proses tersebut. Jadi tidak banyak membuang waktu.

Adapun Setelah benih cabe selesai ditanam, misalnya jika Anda menanam benih cabe di dalam polybag, polybag  itu diletakkan di tempat yang aman dan terlindungi, tetapi masih bisa mendapatkan sinar matahari yang cukup. Kemudia dua hari kemudian, Anda dapat melakukan penyiraman setiap sore. Selain itu, bibit cabe ini juga perlu disemprotkan dengan pupuk daun dan pestisida. Biasanya pada hari yang ke-8 sampai hari ke-12, benih akan mulai berkecambah. Lalu pada hari yang ke-18 sampai hari ke-25, tinggi bibitnya sudah mencapai ukuran sekitar 10 cm dengan jumlah 4-6 helai daun. Setelah berumur kira-kira sebulan, bibit tersebut dapat dipindahkan ke lahan yang sudah Anda siapkan tadi.

3. Persemaian 

Pada tahap persemaian ini, Anda bisa menyemai dengan arah persemaian dengan menghadap ke timur dengan  diberi naungan atap plastik atau daun rumbia.
Lalu campuran tanah dengan pupuk kandang atau kompos yang telah disaring tadi, dibuat perbandingan 3 : 1. Yaitu pupuk kandang sebelum dipakai tersebut Anda campur dengan GLIO sebanyak 100 gram ke dalam 25-50 kg pupuk kandang dan kemudia diamkan selama 1 minggu.

Setelah proses tersebut selesai, lakukanlah persemaian bibit cabe tersebut dengan langkah-langkah sebagai berikut :
  • Ambil bibit yang sudah berdaun sebanyak empat helai dan dengan kondisinya yang baik
  • Masukkan bibit tersebut ke dalam lubang yang sudah Anda siapkan pada lahan yang akan ditanam
  • Tutup kembali lubang tersebut dengan menggunakan tanah atau pupuk kandang yang sudah disiapkan sejak awal
  • Lakukan penyiraman tanaman cabe setiap hari jika tidak turun hujan
  • Jika Anda menanam cabe pada saat musim kemarau, Anda bisa memberikan penutup di atas tanaman cabe tersebut. Bisa Anda gunakan jerami atau bahan penutup lain, hal ini bertujuan untuk menjaga kelembaban dan agar tanaman cabe tidak kekeringan pada lahan tanam

4. Pemupukan

Pemupukan pada tanaman cabe dapat berupa seperti pupuk kompos atau pupuk kandang, hal ini akan menghasilkan cabe yang organik. Tapi jika Anda tidak ingin mendapatkan menghasilakn cabe organik, Anda dapat mencampur pupuk kandang atau pupuk kompos tadi dengan pupuk TSP atau urea dengan takaran secukupnya.

5. Perawatan

Dalam membudidayakan cabe merah, perawatan tanaman ini sangat penting dilakukan, jika tidak, hasilnya tidak akan maksimal, dan bahkan banyak tanaman cabe tersebut akan mengalami kerusakan. Adapun proses perawatannya bisa dilakukan dengan cara sebagai berikut:
  • Lakukanlah penyiraman setiap hari jika kondisi sedang tidak turun hujan
  • Melakukan pembersihan atau menyiang rumput-rumput liar yang tumbuh di sekitar tanaman cabe
  • Mencabut daun yang menguning agar pertumbuhannya lebih optimal
  • Anda juga bisa menggunakan pestisida agar dapat mencegah terjadinya serangan hama

6. Masa Panen


Masa inilah yang ditunggu-tunggu oleh petani cabe, dengan proses yang tepat dan perawatan yang baik, maka mudah-mudahan akan mendapatkan hasil yang baik pula. Adapun proses masa pemanenan ini adalah sebagai berikut :
  • Panen cabe pertama setelah penanaman adalah sekitar umur antara 60-75 hari
  • Panen kedua dan seterusnya sekitar 2-3 hari dengan jumlah panen dapat mencapai 30-40 kali atau lebih, hal ini tergantung dari ketinggian tempat dan cara pembudidayaannya
  • Setelah panen ke-3, tanaman cabe disemprotkan dengan poc nasa dan Hormonik lalu dipupuk dengan dosis 500 cc/ph
Adapun cara panen yang tepat adalah sebagai berikut :
  • Buah cabe dipanen tidak terlalu tua atau tidak terlalu masak, tetapi buahnya sudah berwarna merah
  • Pemanenan yang baik dilakukan pada pagi hari setelah embun kering
  • Lakukan penyortiran selama Anda berada di lahan
  • Simpan ditempat yang sejuk dan teduh

Demikianlah cara membudidayakan cabe merah agar bisa mendapatkan hasil yang baik, yang penting usaha yang ulet dan tekun, Insya Allah Anda akan menghasilkan sesuatu yang sesuai dengan yang Anda lakukan. Mudah-mudahan postingan ini bermanfaat bagi bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian agar mendapatkan hasil tanaman cabenya yang sesuai dengan harapan. Semoga sukses dan memberikan hasil yang baik.

Cara Menanam Seledri Supaya Tumbuh dengan Subur

Seledri merupakan sebuah tanaman yang daunnya dikenal oleh masyarakat luas dengan sebutan daun sop. Yang mana daun sop ini tentunya dapat dibuat untuk penyedap masakan seperti sop itu sendiri, tapi juga dapat digunakan untuk penyedap masakan lainnya yang biasa dimasak oleh ibu-ibu sebagai bahan pelengkap masakannya. selain daripada itu daun sop atau daun seledri ini juga dapat untuk dimanfaatkan sebagai obat tradisional yang bisa digunakan pengobatan tersebut secara alami. Nah ada beberapa cara menanam seledri supaya dapat tumbuh dengan subur.

Baca Juga : Teknik Membudidayakan Tanaman Jagung

Daun Seledri
Untuk keperluan kita sendiri, menanam batang seledri yaitu ditanam dengan batangnya, yang lengkap dengan akar-akarnya, contoh sederhana dalam menanam seledri tersebut agar dapat tumbuh dengan subur yaitu dengan menanam benih-benihnya. Dan berikut ini beberapa tips menanam seledri supaya dapat tumbuh subur, antara lain adalah :
  • Siapkan lahannya, atau bisa juga menanam seledri tersebut dengan menggunakan polybag/pot. Dan diperlukan tanah yang agak lembab, kalau bisa dicampur dengan pupuk kandang.
  • Langsung saja Anda taburkan benihnya secara langsung ke tanah/lahan tadi.
  • Kira-kira selama 1 bulan Anda harus rajin-rajin menyiram tanaman seledri tersebut agar tanahnya tetap lembab, tunggu beberapa minggu kemudian sehingga benihnya tersebut tumbuh besar.
  • Kemudian jika tanaman seledri Anda sudah tumbuh dan mempunyai daun hingga berjumlah 4-6 helai, maka cabut batang seledri tersebut, lakukan dengan hati-hati jangan sampai akarnya rusak, lalu pindahkan ke lahan yang lebih luas dan permanen dengan catatan lahan permanen tersebut terlebih dahulu digemburkan atau dibedeng. Atau bisa jadi Anda hanya memindahkan ke polybag saja (itu tergantung pilihan Anda), jika menanam dalam polybag, cukup 1 polybag hanya terdapat 1 batang seledri saja.
Dan proses berikutnya adalah pemeliharaan tanaman seledri tersebut.

Disaat benih seledri tadi sudah Anda pindahkan ke media tanam yang permanen, ditahap ini Anda harus melakukan pemeliharaan, seperti misalnya menyiram dan memupuknya. Lakukanlah penyiraman dan pemupukan secara teratur, serta Anda perlu menyiangnya dari beberapa rumput-rumput liar yang tumbuh di sekitar seledri tersebut. Serta menjaga tanaman ini dari serangan hama.

Lihat juga : Cara Membudidayakan Kelengkeng

Adapun cara peyiramannya, jika pada saat musim kemarau, perlu Anda siram dengan rentang waktu 10 hari sekali. Dan pemupukan pertama lakukanlah setelah kurang lebih 10-15 hari sejak penanaman. Lalu pemupukan kedua dilakukan setelah kira-kira lebih dari 1 bulan dimasa awal tanamnya. Untuk pupuknya Anda bisa menggunakan pupuk kompos dan boleh juga dicampur dengan pupuk anorganik yang terbuat daei bahan kimia seperti UREA, KCL, ZA dan lain sebagainya. Jika tanaman seledri tersebut dirasa cukup subur, Anda boleh menghentikan pemupukannya. Dan jika seledri dikerubuti hama seperti kutu atau hama lain, yang membuat batang seledri tersebut menjadi bercak-bercak kuning, Anda perlu menyemprotkan dengan intektisida lalu pisahkan batang-batangnya yang kuning tadi.

Lihat juga : Membudidayakan Buah Naga Agar Berbuah Lebat

Nah setelah berumur sekitar 45-60 hari atau dua bulan, tanaman seledri tersebut sudah bisa dipanen yaitu dengan cara mencabut batangnya hingga ke akar-akarnya lalu cuci dengan bersih kemudian setelah itu siap untuk dimasak maupun dipasarkan.

Demikianlah sedikit cara menanam seledri supaya tumbuh dengan subur, semoga menjadi informasi yang bermanfaat bagi teman-teman yang ingin menanam dan membudidayakan seledri.

Cara Merawat Cabe Merah Agar Berbuah dengan Lebat

Cabe merah merupakan tanaman yang telah banyak tumbuh di negara-negara berkembang seperti Indonesia, Vietnam, Laos, Thailand, Kamboja, dan beberapa di negara Asia Tenggara lainnya. Cabe merah sangat cocok ditanam baik di daerah yang memiliki dataran tinggi, seperti misalnya di daerah pegunungan, perbukitan, dan dataran tinggi lainnya. Akan tetapi, setiap varietas cabe tentu saja memiliki syarat tumbuh yang berbeda-beda, sehingga petani/pekebun harus benar-benar mengetahui akan hal ini. Dalam membudidayakan tanaman cabe merah ini, hal yang terpenting adalah tahap perawatan tanamannya, dimana proses perawatannya tersebut sangat penting dan sangat menentukan akan selamat atau tidaknya tanaman cabe tersebut, serta produktivitas hasil panen cabe merah itu nantinya. Oleh karena itul, tahap ini menjadi salah satu pilar penting agar sukses dalam membudidayakan tanaman hortikultura cabe merah. Namun dibalik usaha perawatan cabe merah tersebut, tidak lepas juga hubungannya dengan do'a kita kepada Allah agar tanaman tersebut tetap berkembang dan selamat hingga masa panen. Adapun cara merawat cabe merah agar bisa berbuah dengan lebat tersebut akan kita bahas berikut ini.

Ada beberapa cara yang dapat ditempuh untuk merawat tanaman cabe merah tersebut agar buahnya menjadi lebat, banyak, dan memberikan keuntungannya. Dan terlebih lagi agar dapat menghasilkan tanaman yang subur sejak masa menyemai dari awal hingga proses menjelang panen. Antara lain sebagai berikut:

  • Proses Penyiraman
Penyiraman merupakan suatu kegiatan yang baik dan sangat perlu dilakukan terhadap tanaman cabe yang sedang dibudidayakan.
Pada masa menyemai bibitnya, rutinitas penyiraman harus diperhatikan secara konsisten, karena pada masa ini sangat membutuhkan banyak air untuk menunjang benih biji dan merangsang hormon giberelin yang ada pada biji cabe tersebut untuk mengaktifkan enzim yang terdapat pada bijinya agar segera melakukan metabolisme sel, sehingga akhirnya biji akan berkecambah dan tumbuh sebagai benih baru.

Kegiatan penyiraman juga berlaku untuk tanaman muda dari hasil proses penyemaian bibitnya. Karena pada tanaman cabe muda sangat membutuhkan air yang berfungsi sebagai pelarut alamiah berbagai senyawa organik maupun anorganik di dalam tanah tempat cabe tersebut disemai. Selain itu, kebutuhan air dan proses penyiraman yang tepat terhadap tanaman cabe muda, juga sangat penting agar dapat merangsang sel-sel meristematik dan sel-sel parenkim pada tanaman tersebut agar lebih aktif bekerjat, sehingga pada akhirnya volume sel di dalam fisiologis tanaman akan terus bertambah, kemudian pada akhirnya tanaman cabe tersebut akan mengalami tumbuh kembang dengan ciri-cirinya yaitu: menghasilkan akar, batang, daun, bunga, serta akan memiliki tinggi tanaman yang ideal, dan yang terpenting adalah bagaimana tanaman cabe merah tersebut agar bisa menghasilkan buah yang cukup banyak.

Jadi atas dasar tersebut, petani harus rutin terus menyiram tanaman cabe merahnya agar tanahnya tetap lembab dan basah, serta tanah tersebut akan menyimpan dan menyerap air untuk tetap memberikan kesuburan pada tanaman cabe merah.

Baca juga : Cara Membudidayakan Cabe Merah

  • Melakukan Kegiatan Penyiangan
Penyiangan atau pendangiran merupakan dua hal yang sangat penting yang tak boleh terlewatkan dalam membudidayakan cabe merah, baik yang dilakukan di lahan terbuka, maupun yang membudidayakannya dengan menggunakan polybag.
Kegiatan penyiangan tersebut ditujukan dengan cara mencabut/mengoret rumput-rumput liar (gulma) yang selain menggangu bentuk keindahan lingkungan, juga rumput-rumput liar tersebut terbukti sebagai sarang hama dan penyakit bagi tanaman cabe, dan juga dengan adanya gulma tersebut, peluang terjadinya perbutan nutrisi tanam tetap akan terjadi baik antara tanaman inang (dalam hal ini cabe merah besar) dengan si gulma tersebut. Sehingga para petani harus sering mengontrol dan mengawasi akan hal-hal yang mengganggu tumbuh kembangnya cabe merah. Jadi hal inti dalam pembahasan ini yaitu lingkungan tanaman cabe tersebut harus bersih dari rumput-rumput liar.
Selain dari menyiangnya, juga diperlukan kegiatan pendangiran, pendangiran adalah suatu kegiatan yang dilakukan dengan tujuan untuk menggemburkan tanah dimana tanaman cabe merah tersebut tumbuh, dan contoh dari pendangiran tersebut yaitu dengan menggunakan sekop kecil, atau cangkul. Yang kemudian pada saat pendangiran tentu saja petani cabe harus melakukannya dengan hati-hati agar tidak merusak akar tanaman cabe tersebut. Jadi perlu dilakukan dengan berhati-hati.

Jadi kedua cara di atas perlu diterapkan bagi petani agar proses tumbuh dan berkembangnya cabe tersebut bisa lebih maksimal dan sesuai dengan yang diharapkan.

  • Kegiatan Pemupukan

Memupuk tanaman cabe tersebut adalah sesuatu yang wajib. Dan pupuk yang digunakan bisa saja dari pupuk organik dan pupuk anorganik. Pupuk organik dapat didapatkan dari penggunaan pupuk kandang yang berasal dari kotoran hewan ternak seperti kotoran (tahi) ayam yang dikeringkan, serta dapat juga digunakan pupuk kandang tersebut yang berasal dari air urine sapi atau kerbau, dalam hal ini air urine sapi dapat digolongkan menjadi pupuk organik cair.

Adapun pupuk organik lainnya juga dapat diberikan secara langsung terhadap tanaman cabe tersebut, seperti pupuk kompos yang berasal dari sisa-sisa dedaunan. Selain dari pupuk-pupuk yang disebutkan tadi, dapat juga digunakan pupuk anorganik seperti urea, KCL, TSP, pupuk yang berbahan aktif nitrogen dan phosfor juga dapat diberikan kepada tanaman cabe, hal tersebut mampu membantu agar dapat memenuhi nutrisi bagi tanaman cabe agar bisa tumbuh lebih subur dan menghasilkan buah yang berkualitas.
Agar laju pertumuhan cabe tersebut lebih cepat, dan berkembang lebih cepat, pupuk organik cair (POC) dapat juga Anda gunakan dari pupuk phonska yang dibuat dalam bentuk larutan.

  • Mengendalikan Organisme Pengganggu Tanaman
Organisme penggangu tanaman, atau disebut juga dengan OPT sering mengganggu tanaman cabe merah selama proses perkembangannya. Maka oleh sebab itu, petani harus lebih ulet dan giat melakukan kontrol dan pengawasan terhadap tanaman cabe.

Mengontrol tanaman cabe merah dari serangan OPT sebaiknya dilakukan mulai dari masa penyemaian dan yang pastinya setiap saat pada waktu datang ke kebun tersebut juga harus diperhatikan apakah ada hama atau tidak dan apakah ada sesuatu yang mencurigakan yang dapat merusak tanaman cabe Anda?

Jika pada beberapa pohon cabe ada yang terserang OPT, agar segera mengambil tindakan secara cepat, agar epidemi atau penyebaran hama dan penyakitnya tidak semakin meluas dan tidak semakin banyak, yakni Anda dapat menggunakan predator biologi atau menggunakan jenis pestisida yang cocok untuk menanggulangi OPT yang dapat memberikan dampak yang bahaya bagi tanaman cabe tersebut.

  • Memotong Tunas Aksiler
Memotong tunas pada cabe disebut juga dengan Pewiwilan, Pewiwilan dan pemotongan tunas yang terdapat pada samping cabe dapat dilakukan dengan cara memotong 2 - 3 tunas liar yang terdapat pada batang pokok utama tanaman cabe Anda. Memotong tunas liar ini merupakan kegiatan pewiwilan yang tujuannya yaitu untuk merangsang pembentukan bunga dan buahnya, sehingga tanaman cabe dapat tumbuh baik dan memberikan hasil serta dapat berbuah lebat.

Demikianlah sedikit cara merawat cabe merah agar berbuah lebat. Semoga bermanfaat dan semoga sukses bagi Anda yang sedang membudidayakan cabe, karena cabe tergolong dalam nilai jual yang cukup tinggi, mengingat tanaman tersebut susah dibudidayakan di daerah selain daerah perbukitan dan pegunungan. Jangan lupa bagi-bagi sedikit rejekinya agar berkah. hehehe (kidding)

Macam-Macam Jenis Tanaman Palawija

Tanaman Palawija merupakan tanaman pengganti padi atau tanaman kedua setelah tanaman padi, dan tanaman ini ditanam oleh para petani pada saat stok persediaan air sudah agak berkurang dalam hal penanaman padi. Karena padi membutuhkan banyak air, sementara persediaan pengairan sudah hampir habis, maka perlu dilakukan penanaman tanaman palawija. Karena tanaman palawija tidak perlu disiram setiap hari, tanaman ini akan dapat tumbuh dan subur hingga saat panen jika orang yang menanamnya itu rajin menjaga dan merawatnya dari serangan hama. Akan tetapi faktor kesuburan dan kelembapan tanah di mana tempat tanaman palawija tersebut ditanam, juga akan mempengaruhi produktifitas tanaman itu sendiri. Adapun macam-macam jenis tanaman palawija tersebut akan kita bahas pada pembahasan di bawah ini.

Macam-macam tanaman palawija

Baca Juga : Macam-Macam Jenis Sayuran

Seperti yang sudah dibahas di atas, yang mana palawija merupakan tanaman pengganti padi, yang ditanam pada saat pengairan sudah agak berkurang, jadi disaat kondisi tersebut, lebih cocok dilakukan menanam tanaman palawija. Adapun jenis-jenis dan macam-macam tanaman palawija tersebut antara lain sebagai berikut:

- Oyong
Menanam oyong terasa lebih mudah dan tidak terlalu rumit, karena tanaman oyong dapat ditanam di mana saja, dan tidak perlu mencari tempat yang khusus, seperti di tempat yang rendah, tempat yang tinggi, semua tempat tersebut akan cocok-cocok saja. Yang penting lahan untuk menanam oyong tersebut tersedia kandungan air yang cukup. Adapun cara menanamnya cukup dengan melobangi tanah tempat untuk menanamnya, dengan kedalaman kira-kira 25cm dan lebarnya juga hanya kurang lebih 25 cm, dan jarak antara lubang dengan lubang lainnya cukup 50-60 cm saja. Dan sebelum menanam oyong, terlebih dahulu lobangnya diberi pupuk, misalnya pupuk kandang atau kompos.

- Singkong
Tanaman singkong boleh dikatakan tanaman yang bandel. Mengapa dikatakan seperti itu? Karena singkong ini dapat tumbuh di mana saja. Dan menanamnya juga sangat mudah, yaitu cukup hanya menancapkan batangnya ke tanah, maka singkong akan dapat hidup dan tumbuh menjadi besar. Apalagi jika dipelihara dengan baik, akan tumbuh maksimal dan akan memperoleh hasil yang maksimal dan memuaskan. Dan juga semua yang ada pada tanaman singkong ini akan memberikan manfaatnya bagi manusia, seperti daun, batang dan umbinya.
Lihat juga: 7 Manfaat Daun Singkong

- Kacang Panjang
Nilai jual yang tinggi akan memberikan hasil yang berupa materi kepada yang empunya, karena selain bisa dikonsumsi sendiri untuk kebutuhan sehari-hari, kacang panjang dapat juga dijual di pasar-pasar terdekat di daerah Anda. Lumayan menggiurkan bukan? Cara menanamnya juga tergolong mudah, cukup dengan menanam diantara padi-padi di sawah, kacang panjang akan bisa tumbuh dan berbuah, hal ini bisa dikatakan "sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui". Karena sambil nanam padi, kacang panjang pun tetap jadi.
Hehehehe

- Mentimun
Mentimun adalah tanaman yang agak mudah dan cenderung gampang dirawat. Dan jika Anda menanam mentimun, cukup dengan membersihkan area sekitarnya saja, itu cukup untuk memaksimalkan buah mentimun itu sendiri. Pada mentimun juga terdapat kandungan vitamin, diantaranya vitamin A, B dan C. Dan juga pada mentimun terdapat kandungan mineral, yaitu mengandung kalium dan magnesium.

- Talas

Talas ini juga termasuk jenis keladi, karena bentuknya sama. Hampir semua yang ada pada tanaman talas ini dapat dimanfaatkan dan dikonsumsi, seperti daun, tangkai daunnya, batangnya, pelepah serta umbinya bisa dimakan, hanya akar serabutnya saja yang tidak boleh dimakan. Umbi talas ini juga dapat sebagai pengganti makanan pokok. Karena pada umbinya tersebut mengandung sumber zat karbohidrat. Adapun manfaat lainnya dari talas tersebut dapat dibuat cemilan dan makanan penyedap, hal ini sesuai dengan selera dari kita masing-masing.

Itulah tadi pembahasan mengenai macam-macam jenis tanaman palawija, semoga ada manfaatnya dan menjadi sumber inspirasi bagi sahabat-sahabat pembaca sekalian untuk memanfaatkan lahannya untuk menanam beberapa tanaman yang sudah disebutkan di atas.

Populer Minggu Ini