Cara Mudah dan Sederhana Membudidayakan Jamur Tiram

Jamur Tiram sudah begitu populer bagi masyarakat kita, untuk itu sudah begitu banyak para petani menanam dan membudidayakan tumbuhan yang satu ini. Selain bentuknya yang unik, ia memiliki cita rasa yang enak dan sangat baik untuk dikonsumsi. Oleh karena itu, cocok bagi Anda yang ingin membudidayakan jamur tiram ini, bisa Anda lakukan sendiri di rumah, pekarangan maupun di lahan pertanian milik Anda. Untuk itu perlu bagi Anda melakukan cara mudah dan sederhana untuk membudidayakan jamur tiram tersebut dengan mengikuti beberapa langkah pada penjelasannya berikut di bawah ini.
Adapun pembuatan lahan dan tempat untuk membudidayakan jamur tiram ini tidak begitu sulit, dan Anda akan yakin pembudidayaan yang Anda lakukan tersebut lebih mudah dari yang dibayangkan. Hehehehe. Anda bisa melakukannya tidak perlu dengan lahan khusus, karena tumbuhan ini bisa berkembang dengan cepat. Yang perlu dipersiapkan adalah tempat yang cocok dan tidak mudah diganggu  oleh apapun.

Nah, ada beberapa alat yang perlu Anda siapkan terlebih dahulu sebelum menanam atau membudidayakan jamur tiram, antara lain Anda hanya memerlukan alat-alatn dan bahan-bahannya sebagai berikut:
  • Sebuah drum yang bersih
  • kayu bakar (ini untuk Anda menyalakan api, yaitu selama lebih kurang 9 jam)
  • Bambu atau rak kayu untuk melatakkan log
  • termometer
  • Ph meter
  • Alat penyemprot kecil (misalnya tempat kispray untuk setrikaan)
  • Cincin dari bambu atau dari paralon 
  • Dedak halus 21 kg
  • Serbuk kayu sebanyak 10,5 kg
  • Pupuk TSP 1 kg
  • Tepung jagung sebanyak 0,6 kg
  • Kapur 3 buah
  • Bibit jamur F3 sebanyak 3 botol
  • Alkohol sebanyak 95% 1 liter
  • Kantong plastik putih 20x35x0,5 sebanyak 300 lembar
  • Karet gelang anti panas sebanyak 600 buah
  • Air bersih sebanyak 30 liter
  • Kertas roti 10x10cm 300 lembar

Cara melakukan media tanam jamur tiram

  •  Bersihkan serbuk kayu, dan buang serpihan-serpihan yang kasar dan tajam, karena itu bisa merusak plastik
  • Aduk semua bahan-bahan yang telah disebutkan tadi di atas menggunakan air, gunakan air secukupnya jangan sampai kelebihan ataupun kekurangan air, lalu aduk hingga merata dan usahakan jangan ada gumpalan-gumpalan. Setelah itu adonan yang telah diaduk tersebuk digenggam, lakukan penggenggaman tersebut jangan ada air yang menetes.
  • Masukkan adonan itu ke dalam plastik transparan tadi dengan cara dipadatkan. (Kepadatan tersebut adalah penting karena hal itu akan dapat menentukan proses pertumbuhan jamur tiram tersebut nantinya. Lalu sisakan ikatan plastik seukutan 15 cm agar mudah diikat.
  • Sisa ujung plastik tersebut Anda masukkan ke dalam cincin dari bambu tadi, kemudian lipat keluar, lalu tutup dengan menggunakan kertas roti dari atas, ikat dengan karet gelang yang tahan panas.
  • Masukkan ke dalam drum yang terdapat pada bagian bawahnya diisi dengan air bersih dan diberi angsang, melakukannya tersebut seperti mengukus nasi, kemudian tata seluruh log tersebut dengan rapat dan rapi.
  • Kukus log itu setidaknya selama 9 jam
  • Setelah itu turunkan log tersebut kemudian Anda simpan pada tempat yang tertutup, penyimpanan tersebut lakukan selama 8 jam supaya menjadi dingin.

Proses pembibitan

Adapun proses pembibitan dalam pembudidayaan jamur tiram, harus Anda lakukan pada ruangan yang tertutup, pastikan tidak ada kontaminasi dalam proses pembibitan ini. Alkohol yang dibutuhkan tersebut adalah untuk menyemprot seisi ruangan dengan tujuan untuk menghindarkan bibit yang terkontaminasi, dalam proses ini sangatlah berpengaruh terhadap sukses atau tidaknya Anda dalam membudidayakan jamur tiram.

Adapun proses pembibitan yang bisa Anda lakukan adalah sebagai berikut:
  • Pertama gunakan sarung tangan demi keamanan Anda.
  • Buka karet gelang penutup plastik itu tadi, masukkan sekitar 7-12 butir jagung ke dalam satu log pada posisi yang bukan di permukaan.
  • Masukkan bibit dengan kapas dan tutup kembali.
  • Proses pertumbuhannya memerlukan waktu hingga beberapa hari agar bisa tumbuh.
  • Lakukan pembibitan dengan cepat untuk mencegah dari masuknya bakteri. 
  • Kemudian lakukan penyemprotan air ke seluruh bagian ruangan atau tempat Anda menanam jamur tersebut agar selalu lembab. Lakukan penyemprotan tersebut setiap hari. Untuk lebih optimal, lakukan pada siang hari.
  • Jika sudah muncul cangkang, tunggu selama waktu 2-3 hari untuk bisa dipanen.
 Adapun jamur tiram ini akan mudah layu atau cepat menguning, jika sudah dipanen, sebaiknya langsung saja Anda bawa ke pasar atau dikonsumsi sendiri. Jika lebih lama, tentu Anda akan rugi sendiri dan jerih payah Anda tidak bisa dinikmati dengan maksimal.

Nah demikianlah Cara Mudah dan Sederhana Membudidayakan Jamur Tiram, semoga bermanfaat dan semoga sukses selalu buat Anda. Terimakasih telah meluangkan waktu dalam membaca dan mengikuti petunjuk di atas.

Cara Memupuk Buah Naga Agar Cepat Berbuah Lebat

Membudidayakan buah naga sudah mempunyai daya tarik tersendiri bagi sebagian masyarakat kita di Indonesia, dengan membudidayakan buah naga tersebut tentu pemiliknya ingin agar mendapatkan hasilnya yang memuaskan dan mengharapkan agar cepat berbuah dan tentunya berbuah lebat bukan? Nah, agar budidaya buah naga ini mendapatkan hasil yang maksimal, setidaknya ada teknik untuk memupuk buah naga tersebut harus sesuai dengan dosis yang benar. Hal inilah yang menjadi penentu untuk berhasil atau tidaknya terhadap budidaya buah naga yang sedang Anda kembangkan. Jadi pada artikel ini bisa Anda simak tehnik dan Cara Memupuk Buah Naga Agar Cepat Berbuah Lebat.
Tanaman buah naga merupakan tanaman yang berjenis semak merambat, yang mana tanaman ini dapat hidup sedikit menjalar dengan akar udarayang terdapat pada batang sulurnya. Buah naga akan tumbuh dengan optimal jika ditanam di daerah ketinggian antara 10 - 700 meter dari permukaan laut, serta dengan suhu udara berkisar 26 - 36 derajat celcius. Selain itu pula, buah naga akan sangat cocok untuk ditanam pada daerah yang memiliki curah hujan yang rendah, yaitu berkisar 720 mm pertahun. Karena tanama buah naga ini adalah jenis tanaman kaktus yang dapat hidup di daerah kering sekalipun.

Baca juga: Membudidayakan Buah Naga Agar Berbuah Lebat

Dalam membudidayakan buah naga tersebut harus mempunyai usaha yang keras agar hasil dari buah naga itu mendapatkan hasil yang maksimal. Jadi jika Anda sedang membudidayakan buah naga ini hendaknya agar memprioritaskan pembudidayaannya. Berbeda halnya jika Anda hanya sekedar menanam dengan kurang serius, maka hasilnya pun akan tidak serius pula. Maka dari itu perlu perawatan dan pemupukan agar cepat berbuah dan mendapatkan buahnya yang lebat.

Nah berikut ini bisa Anda ikuti beberapa tehnik dan Cara Memupuk Buah Naga Agar Cepat Berbuah Lebat.

1. Pemberian Pupuk Dasar

Memberikan Pupuk dasar yaitu pada saat Anda menanam buah naga yaitu berupa pupuk jenis NPK. Dosis yang diberikan yaitu sebanyak 20 gram pertanamannya, lalu pupuk organik diberikan pula sebanyak 125 gram pertanaman.

2, Memberikan Pupuk Lanjutan

Langkah yang kedua adalah memberikan pupuk lanjutan, memberikan pupuk lanjutan ini dilakukan pada saat tanaman berusia 1-6 bulan atau tujuh bulan ke atas. Pada umur 1 hingga 6 bulan, jenis pupuk yang diberikan adalah NPK dengan perbandingan 15 : 15 : 15 sebanyak 25 gram pertanaman lalu pupuk kandang sebanyak 125 g per tanaman. Pemberiannya dilakukan dengan cara selang-seling setiap sekali dua bulan. Adapun tanaman buah naga yang telah berumur tujuh bulan atau lebih, jenis pupuk yang diberikan tetap sama yaitu pupuk NPK 15 : 15 : 15 dan dosisnya 50 gram pertanaman, sedangkan pupuk kandang diberikan pula sebanyak 125 gram per tanaman. Dan pemberian pupuknya masih sama dengan pada saat usianya 1-6 bulan yaitu dengan cara selang-seling setiap dua bulan sekali.

3. Memberikan Pupuk Saat Berbunga dan Berbuah

Ketika telah mencapai masa berbunga dan berbuah, tanaman buah naga dipupuk dengan jenis pupuk yang berimbang, unsur Posfor (P) dan kalium (K) diberikan lebih tinggi dibandingkan dengan unsur nitrogen (N). Adapun untuk jenis pupuk yang digunakan yaitu berupa pupuk NPK dengan perbandingan 13 : 13 : 21 yaitu sebanyak 75 gram pertanaman serta pupuk kandang diberikan sebanyak 125 gram pertanaman. Pupuk ini diberikan jarak satu bulan setelah masa pemberian pupuk dasar, ini bertujuan untuk pertumbuhan buah naga.

Nah, demikianlah tehnik dan Cara Memupuk Buah Naga Agar Cepat Berbuah Lebat, semoga bermanfaat dan silahkan untuk diterapkan untuk buah naga Anda yang sedang dibudidayakan. Semoga sukses.

Macam-Macam Jenis Tanaman Umbi-Umbian dan Contohnya

Tanaman umbi-umbian merupakan suatu tanaman pertanian yang dibudidayakan dari jenis tumbuhan yang merupakan bentuk modifikasi dari organ tumbuhan yang lain dan berfungsi untuk penyimpan zat tertentu (misalnya memiliki zat karbohidrat). Organ yang dimodifikasi ini dapat berupa, batang, daun atau akar. Bentuk modifikasi ini biasanya adalah pembesaran ukuran dengan perubahan anatomi yang sangat jelas terlihat. Tanaman Umbi-umbian tersebut biasanya terbentuk dan berada tepat pada bagian bawah permukaan tanah. Untuk lebih jelasnya mari kita simak Macam-Macam Jenis Tanaman Umbi-Umbian dan Contohnya. Yang mana umbi-umbian ini juga termasuk bagian dari pertanian.
Tanamann jenis Umbi-umbian tersebut terbagi menjadi tiga kelompok, pembagian ini merupakan dilihat menurut asal terjadinya. Yaitu umbi batang, umbi akar, dan umbi lapis. Umbi akar contohnya adalah tanaman ketela pohon (singkong), uwi, wortel, ubi jalar. Adapun contoh Umbi batang adalah tanaman talas, kentang, suweg. Sedangakan contoh umbi lapis adalah bawang merah dan bawang bombay. Nah itu merupakan sedikit dari macam jenis tanaman umbi-umbian.

Baca juga : Cara Mudah dan Sederhana Membudidayakan Jamur Tiram

Untuk keterangan lengkapnya silahkan dilihat pada penjelasannya di bawah ini. Yang mana tanaman umbi-umbian yang terbagi dalam tiga kelompok, yaitu berdasarkan menurut asal terbentuknya. Yaitu:

  • Umbi Batang
Umbi batang yaitu jenis umbi-umbian yang terbentuk pada bagian pangkal batang tanamannya, yang mana pada umbi batang ini terdapat fungsi untuk menyimpan cadangan makanan yang dilakukan oleh tanaman tersebut. Adapun Umbi batang terletak di bawah permukaan tanah, dan sebagian ada pula yang terdapat di dalam tanah dan sebagian lagi terdapat pula di atas permukaan tanah. 

Adapun contoh umbi batang yang umbinya terdapat di dalam tanah secara keseluruhan adalah tanaman kentang. Tanaman kentang disebut umbi batang karena tanaman kentang jenis umbi-umbian yang berakar tunggang, yang mana terdapat banyak akar. Diantara akar samping tersebut, terdapat stolon yang merupakan suatu cabang samping dari batangnya. Pada bagian ujung stolon ini bisa membesar dan membentuk umbi yang lebih besar. 

Sedangkan contoh umbi batang yang pada sebagian umbinya berada di dalam tanah dan kemudian pada sebagiannya lagi berada di atas tanah adalah tanaman talas. Umbi pada tanaman talas ini terbentuk di pangkal bagian batangnya, pada awalnya umbi batang talas ini hanya berada di bawah tanah, tetapi lama-kelamaan umbinya tersebut semakin bertambah dan kemudian naik ke atas, hal ini disebabkan karena daunnya yang telah mengering lalu jatuh dan pada bagian upihnya akan membesar dan menjadi umbi. Adapun Contoh tanaman lain selain talas adalah tanaman sente.

Lihat juga :  Cara Membudidayakan Kelengkeng

  • Umbi Akar
Umbi akar adalah jenis tanaman umbi-umbian yang terbentuk karena adanya perkembangan akar yang membesar, yang mana hal ini disebabkan oleh penumpukan nutrisi pada suatu waktu tertentu untuk menyimpan cadangan makanan pada tanaman tersebut. Umbian ini secara keseluruhannya berada di bawah tanah. Umbi akar dalam satu tanaman ada yang berjumlah satu buah dan dalam satu tanaman ada yang berjumlah lebih dari satu. 

Contoh tanaman yang memiliki satu umbi akar dalam satu tanaman adalah tanaman wortel. Sedangkan contoh tanaman yang dalam satu tanaman terdapat lebih dari satu umbi adalah tanaman singkong atau yang sering disebut ketela pohon.

  • Umbi Lapis
Yang ketiga adalah umbi lapis. Umbi lapis merupakan salah satu dari jenis umbi-umbian yang berbentuk berlapis-lapis. Bentuk umbi lapis ini biasanya pada ujungnya bersatu dengan daun dan pangkalnya dengan akar. 
Adapun Contoh tanaman umbi lapis tersebut adalah tanaman bawang merah dan bawang bombay.

Nah itulah sedikit pembahasan Saya mengenai Macam-Macam Jenis Tanaman Umbi-Umbian dan Contohnya. Semoga memberikan manfaat dan menjadi ilmu yang bermanfaat bagi kita. Terimakasih atas kesempatannya dalam membaca artikel ini.

Cara Menanam Kacang Hijau dengan Baik dan Benar

Pada kacang hijau terdapat kandungan nutrisi yang tinggi, selain terdapat rasa yang enak, lembut dan manis, itu semua bisa Anda rasakan jika Anda membuatnya menjadi bubur, yaitu namanya bubur kacang hijau. :) Nah, sebelum membahas lebih jauh mengenai rasa kacang hijau yang enak tersebut, sebaiknya kita bahas terlebih dahulu tentang cara membudidayakannya. Adapun jika Anda ingin membudidayakan dan menanam kacang hijau, simak penjelasan di bawah ini, yaitu cara Menanam Kacang Hijau dengan Baik dan Benar.
Kacang hijau merupakan tanaman yang sangat cocok tumbuhnya di daerah tropis. Apalagi di Indonesia memiliki cuaca yang beriklim tropis, jadi hal ini sangat pas bagi Anda yang hendak menanam kacang hijau di sekitar Anda, baik di ladang maupun di kebun milik Anda. Dan juga kacang hijau ini merupakan tanaman yang bersuku jenis polong-polongan.

Baca juga: Teknik Membudidayakan Tanaman Jagung

Jadi berikut ini ada beberapa cara untuk Menanam Kacang Hijau dengan Baik dan Benar.
  • Pastikan tanah yang hendak Anda tanam kacang hijau tersebut pada tanah yang gembur. Yaitu dengan kandungan pH 5,8-7,0. Dan kacang hijau sangat cocok tumbuh pada daerah yang memiliki curah hujan yang optimal, yaitu antara 50-200 mm/bulan. Dan temperatur suhu sekitar 25-27 derajat celcius. Serta kelembaban udara sekitar 50-80%, kemudian harus mendapatkan sinar matahari yang cukup, demi kelangsungan hidupnya kacang hijau tersebut. 
  • Kemudian perlu ditanam kacang hijau tersebut dengan sistem tugal, yaitu dengan menancapkan lubang, jadi setiap lubang dimasukkan sebanyak 2 biji bibitnya itu untuk setiap lubang. Adapun jarak tanamnya dengan ukuran yaitu 40x10 cm. 
  • Kemudian memberikan pupuk. Pemberian pupuk dapat Anda lakukan dalam waktu yang tidak begitu lama sejak masa tanam untuk tanaman kacang hijau, contohnya pada saat usia kacang hijau tersebut baru berusia 2 minggu, Anda sudah disarankan untuk memberikan pupuk. Hal ini karena tanaman ini membutuhkan nutrisi untuk perkembangan tumbuhnya.
  • Pupuk yang diberikan yaitu POC NASA, lakukanlah pemupukan tersebut setiap 2 minggu sekali, pupuklah secara rutin. Jadi dengan rutinnya Anda memberikan pupuk, maka pertumbuhan tanaman kacang hijau Anda tersebut akan dapat tumbuh dengan baik.
  • Akan tetapi metode pemupukan tersebut akan berbeda disaat masa tumbuhnya dengan masa berbunga. Pada masa berbunga ini, tanaman kacang hijau Anda cukup dilakukan penyiraman saja secara rutin. 

Pencegahan Hama dan Penyakit

Sudah menjadi hal yang lumrah, setiap tanaman pasti akan ada hama atau penyakitnya. Jadi untuk mengatasi hal tersebut, perlu Anda perhatikan tipsnya pada keterangannya di bawah ini.

Penyakit yang sering menyerang tanaman kacang hijau tesebut yaitu basi batang, bercak daun, penyakit puru dan embun tepung. Untuk pencegahannya perlu dilakukan penyemprotan dengan menggunakan pestisida, dan fungisida, yang mana jenisnya antara lain yaitu: Dithane M-45, Benlate, dan Daconil. Ini dilakukan pada saat awal serangan penyakit pada tanaman ini.

Adapun hama yang mutlak menyerang tanaman kacang hijau ini antara lain yaitu Lalat kacang, Kepik coklat, Kepik hijau, Kutu Thrips, dan lain sebagainya. Untuk mengendalikan hama semacam ini, Anda hanya perlu menggunakan insektisida, yaitu insektisidanya semacam Regent, Atabnon, Curacron, Furadan. Gunakanlah dosisnya sebanyak 2-3 ml/liter air. Gunakanlah semprot dengan volume semprotnya bekisar 10 gram/kg benihnya.

Demikianlah cara Menanam Kacang Hijau dengan Baik dan Benar, semoga bermanfaat dan semoga sukses bagi Anda yang sedang maupun hendak menanam kacang hijau tersebut. :)

Membudidayakan Buah Naga Agar Berbuah Lebat

Buah naga banyak memiliki manfaat yang melimpah sehingga membuat banyak para petani dan kalangan masyarakat berinisiatif dan berkeinginan untuk melakukam penanaman serta pengembangan buah naga. Dan juga buah naga ini juga dapat dijadikan tanaman hias yang bisa ditanam di pekarangan rumah, jadi dengan demikian, selain sebagai tanaman hias, buah naga tersebut juga bisa dikonsumsi sendiri. Berikut ini akan dijelaskan mengenai cara Membudidayakan Buah Naga Agar Berbuah Lebat. Silahkan dilanjutkan membacanya. Hehehe
Menanam Buah naga merupakan sesuatu yang bisa dikatakan agak mudah. Yang mana tidak membutuhkan teknik yang khusus untuk bisa menanam buah naga tersebut. Pada umumya, tanaman buah naga yang sering ditanam oleh masyarakat adalah buah naga yang memiliki warna merah, kemudian pada bagian dagingnya terdapat warna putih dengan biji-biji yang halus berwarna hitam.

Baca juga : Cara Menanam Seledri Supaya Tumbuh dengan Subur

Adapun untuk membudidayakan buah naga tersebut ada beberapa tahap yang perlu Anda jalani agar memperoleh hasil yang memuaskan, yaitu memiliki buah naga yang lebat. Nah, tahap-tahap tersebut bisa disimak pada keterangannya di bawah ini.

  • Penyiapan bibit
Untuk penyiapan bibit, sebaiknya Anda melakukan penyetekan pada batang buah naga yang pernah berbuah, minimal sebanyak 3-4 kali, karena hal ini akan berguna untuk menurunkan sifat produktivitas batang indukannya tersebut, yang mana indukannya tadi telah lebih dahulu berbuah dengan cepat dan juga sudah diketahui indukan yang memiliki kualitas tinggi. Jangan lupa pilih batang dengan ukutan minumal 8 cm yang sudah tua dan yang sudah keras, serta dengan memiliki warna hijau kelabu, karena semakin besar batang, akan semakin baik pula kualitasnya. Dan ini bisa dijadikan pula untuk batang induk utama nantinya.

Baca juga: Cara Memupuk Buah Naga Agar Cepat Berbuah Lebat

Melakukan emotongan batang indukan buah naga tersebut adalah berukuran sekitar 80 -120 cm, sisakan sepanjang 20%, lalu yang 80% nya dijadikan untuk calon bibit selanjutnya, kemudian batang calon bibit dengan panjangnya 20-30% untuk ujung pada bagian atas agar dipotong rata, sementara pada bagian untuk ditanam dibuat berbentuk meruncing yang berguna agat untuk merangsang akar supaya cepat keluar dengan mata tunas minimal 4 buah, lalu setelah disetek dan setelah sepotong, biarkan sampai getahnya mengering, jangan langsung ditanam karena nantinya akan dapat meyebabkan batangnya menjadi busuk, sementara untuk menghindari jamur akar jangan lupa dicelupkan pada larutan fungisida.

Kemudian langkah selanjutnya dalam penyiapan bibit ini adalah persiapkan bedengan atau polybag, ini berguna untuk menanam setek-setek tersebut, jangan lupa bedengannya atau polybagnya disiram, yang mana telah diisi dengan media tanam dari tanah yang telah dicampur dengan pupuk kandang, kemudian tancapkan bagian yang runcing dari setek tersebut ke dalam media tanam tadi dengan ukuran kedalaman tanahnya 5 cm.

Berikan atap sebagai tempat untuk naungan yang berguna untuk melindungi bibit atau setekan tadi agar terhindar dari sinaran matahari langsung, adapun tunas muda tersebut lakukan peyiraman sebanyak 2-3 hari sekali. Jika sudah berusia 3 minggu, biasanya tunas tersebut akan mulai tumbuh serta naungan atap tadi harus dibuka agar terkena sinaran matahari langsung secara penuh. Untuk pemeliharaan bibit, biasanya dilakukan selama 3 bulan, yang mana pada usia ini bibit buah naga akan memiliki ketinggian 50-80 cm.

  • Pembuatan tiang panjat
Tahap selanjutnya yaitu membuat tiang panjat. Buah naga memerlukan tiang panjat untuk tumbuh dan untuk dapat menjalar. Tiang panjat ada yang bisa dibuat dari kayu bulat dan juga dapat dibuat secara permanen dari beton yang berbentuk pilar persegi empat atau silinder dengan mempunyai diameter sekitar 10-15cm dengan memiliki ketinggiannya mencapai 2 meter, dan dengan kedalaman 50 cm agar bibit tumbuhan buah naga iyu menjadi lebih kuat berdiri, lalu pada bagian atas diberikan penopang dari kayu atau beton yang melingkar.

Dalam pembuatan tiang panjat, perlu dibuat secara berbaris, jarak antara tiang dalam satu baris adalah berukuran 2,5 meter dengan memiliki jarak antar baris 3 meter yang secara sekaligus menjadi jarak tanam. Sedangkan pembuatan saluran drainase dibuat sedalam 25 cm.

  • Pengolahan tanah
Jika tiang panjat tadi telah selesai disiapkan, langkah selanjutnya yaitu pembuatan luang tanam dengan ukuran  60×60 cm, dan berkedalaman 25 cm, yang mana posisi tiang panjat tersebut terletak tepat di tengah lubang tanam buah naga Anda.

Adapun cara pengolahan tanahnya adalah dengan mencampurkan 10 kg pasir dengan tanah galian, ini berguna agar dapat menambah tingkat porositas tanah, selain itu tambahkan juga pupuk kandang atau pupuk kompos sebanyak 10-20 kg atau dapat juga menggunakan kapur pertanian s300 gram, ini dikarenakan buah naga banyak memerlukan kalsium, kemudian aduk semua bahan tadi hingga merata.

Langkah selanjutnya yaitu timbun kembali lubang tanam lengkap dengan bahan-bahannya tadi, lalu disiram dengan air bersih, kemudian biarkan selama 2-3 hari, masing-masing lubang tanam tersebut diberikan pupuk TSP sebanyak 25 gram. Diamkan selama 3 hari yang kemudian baru bisa Anda tanam bibit buah naga yang telah disiapkan sebelumnya.

  • Pemupukan dan perawatan
Adapun tahap pemupukannya yaitu jika Anda mempunyai pupuk kandang, bisa diberikan bekisar 3 bulan sekali. Yang mana dosis yang diberikan tersebut sebanyak 5-10 kg pupuk perlobang, jika pada tahap berbunga dan berbuah, berikan pupuk NPK dan ZA dengan dosis sebanyak 20-50 gram perlobang.

Kemudian proses perawatan selanjutnya adalah melakukan peyiraman, yang mana penyiramannya tersebut dilakukan dengan cara mengalirkan air pada bagian parit-parit drainase, dapat juga Anda menggunakan gembor atau irigasi tetes dengan bantuan slang sprint. Jika menyiram atau mengairinya dengan parit pada drainase, lakukan dengan cara merendam parit tersebut selama kurang lebih 2 jam dan jika menggunakan gembor, perlubang tanamnya Anda siram dengan air sebanyak 4-5 liter dengan peyiraman secara berturut-turut sebanyak 3 kali sehari di musim kering, yang mana penyiraman ini perlu disesuaikan dengan kondisi tanah.

  • Tahap panen 
Nah, tahap inilah tahap yang paling ditunggu-tunggu, Membudidayakan buah naga tentu Anda juga ingin mendapatkan hasilnya bukan? Setelah sekian lama melakukan perawatan, inilah yang diharapkan, yaitu memanennya. Perlu diketahui, bahwa buah naga termasuk tanaman yang berumur panjang, yaitu dengan siklus produksi dapat mencapai hingga 15-20 tahun dan mulai berbuah pada bulan yang ke 10 hingga 12 setelah masa tanam, tapi tergantung dari bibit awal dan kesuburan tanahnya, serta tanaman itu sendiri. Adapun pada biasanya, panen pertama ini memang belum terlalu mendapatkan hasil yang optimal, karena buah naga tersebut baru belajar berbuah.

Adapun buah yang siap dipanen adalah ditandai dengan ciri-ciri kulitnya yang mulai berwarna merah mengkilap, selain itu pada jumbai buah terdapat berwarna agak kemerahan dengan memiliki warna hijaunya yang mulai berkurang, mahkotanya mengecil, lalu pada pangkal buah terdapat sedikit kuncup dengan ukuran beratnya sekitar 400-600 gram untuk masing-masing satu buah naga yang siap panen.

Demikanlah cara Membudidayakan Buah Naga Agar Berbuah Lebat, semoga berhasil dan semoga sukses bagi Anda yang sedang menjalani pembudidayaan buah naga, ataupun bagi Anda yang hendak melakukan penanamannya. Terimakasih.

Cara Membudidayakan Kelengkeng

Buah kelengkeng atau yang biasa disebut dengan lengkeng ini merupakan tumbuhan yang awal mulanya tumbuh liar di daerah pedalaman hutan Sumatera dan hutan Kalimantan. Bila kita cicipi, rasanya sangat manis, jadi banyak orang yang menyukai buah kelengkeng tersebut. Dan banyak pula masyarakat mencampurkan buah kelengkeng ini ke dalam es buah yang dicampur dengan buah lainnya, tentu buah kelengkeng ini tidak ketinggalan rasa manis dan lezatnya bukan? Nah untuk lebih jelasnya bagaimana cara membudidayakan kelengkeng? Mari bersama-sama kita simak pada penjelasannya berikut di bawah ini.


Adapun tanaman dan pohon Lengkeng adalah jenis tanaman yang keras dengan sistem perakarannya yang cukup luas, dan batang kayunya yang kuat, serta akar tunggang yang begitu dalam. Adapun karakter fisiknya sendiri, lengkeng mempunyai pohon yang cukup tinggi dan besar serta cabang pohonnya terbilang banyak. Sedangkan daun dan buahnya merupakan suatu jenis daun majemuk,yang imana setiap tangkai mempunyai tiga sampai enam pasang daun. Kemudian pada bagian bunga lengkeng bentuknya berupa malai yang berwarna kuning muda, yang terletak pada ujung-ujung ranting, serta ukurannya yang cukup kecil. Untuk buahnya sendiri mempunyai ukuran kecil, kira-kira sebesar kelereng dengan dominan warna kulitnya yaitu berwarna cokelat cerah, tidak berbulu, memiliki daging buah yang berwarna bening, rasanya manis, serta aromanya khas. Adapun biji buah lengkeng warnanya hitam kecokelatan.

Tanaman lengkeng dapat tumbuh dan berkembang dengan baik pada daerah yang memiliki ketinggian antara 300-900 m dpl. Kemudian lahan yang dibutuhkan untuk budidaya lengkeng adalah lahan yang cukup memiliki tekstur tanah yang halus dengan tingkat pH 5,5 – 5,6. Lalu iklim yang cocok untuk membudidayakan kelengkeng yakni tipe iklim B atau basah, iklim D atau sedang, serta tipe C atau iklin yang agak basah. Tanaman lengkeng akan dapat tumbuh dengan baik di area lahan yang terbuka.

Ada beberapa tahap untuk membudidayakan kelengkeng tersebut, antara lain pada tahap-tahapnya seperti berikut ini.


Pembibitan Kelengkeng

Bibit lengkeng dapat diperoleh secara generatif dan vegetatif, tapi biasanya lebih disarankan dan direkomendasikan untuk menggunakan bibit yang berasal dari pembiakan vegetatif. Untuk pembiakan vegetatif bisa ditempuh dengan beberapa cara, diantaranya adalah:
  • Penyambungan
    Pada dasarnya sistem penyambungan tersebut dilakukan dengan cara menempelkan bagian-bagian tertentu pada tanaman yang sudah ditentukan dibagian tertentu pada tanaman lainnya yang memiliki fungsi sebagai induknya, yang kemudian untuk selanjutnya menjadi satu tanaman.
  • Pencangkokan
    Pencangkokan merupakan sistem perakaran yang diambil dari cabang tanaman yang sudah tumbuh besar yang dilakukan dengan tidak memotong cabang pohon yang telah besar tadi.
  • Penyusunan
    Metode pembiakan vegetatif yang dilakukan melalui penyusunan tersebut dianggap lebih baik bila dibandingkan dengan sistem okulasi dan cangkok, sebab batang bagian atas dan batang bagian bawah tidak harus memiliki umur yang sama.

    Ada beberapa keuntungan yang kita dapatkan dari sistem pembiakan vegetatif, antara lain adalah:
    1. Dapat menghasilkan tanaman dengan sifat yang menyerupai dengan sifat induknya.
    2. Tanaman akan cepat berbuah.
    3. Akan menghasilkan tanamannya yang tidak terlalu tinggi, sehingga tidak mempersulit bagi kita dalam proses pemeliharaan dan proses panennya.

Tahap Penanaman

  • Menyiapkan Lahan
Pada tahap persiapan lahan, pertama dilakukan adalah siapkan lubang untuk tanaman yang berukuran 60 x 60 cm dengan masing-masing jarak tiap-tiap lubang tanamnya adalah 10 x 10 m, serta kedalaman lubangnya sekitar 60 cm. Lalu langkah selanjutnya yaitu isi lubang tanaman tersebut dengan tanah yang telah dicampur kompos atau pupuk kandang. Adapun perbandingan tanah dengan kompos yang diisikan ke lubang tersebut adalah 3 : 1.

  • Tahapan Penanaman
Jika Anda menanam kelengkeng dengan bibit vegetatif, sama halnya dengan proses penanaman melalui biji, hanya saja jika ditanam dengan bibit vegetatif tadi harus dibuat lubangnya yang dalam agar bibit lengkeng tersebut tidak roboh serta akan membuat akarnya meluas. Hal ini akan mengkokohkan bibit tanaman tersebut.

  • Pemeliharaan
Pada tahap pemeliharaan ini, Anda perlu tekun dan ulet dalam mengerjakannya agar dapat menghasilkan pohonnya yang subur dan buahnya yang lebat.
  1. Pemupukan
    Tahap pemupukan tanaman lengkeng ini boleh dilakukan sebanyak dua kali setiap satu tahunnya, yaitu pada awal musim penghujan, serta mau memasuki musim kemarau. Adapun untuk pemupukannya tersebut dapat dilakukan dengan cara membenamkan pupuk ke dalam tanah yang terdapat di sekeliling tanaman dengan jarak kira-kira sama lebar dengan lingkar luar bagian tajuk daun (dari batang utama).
  2. Pemangkasan
    Kegiatan pemangkasan merupakan kegiatan pemotongan pada sebagian ranting atau cabang tanaman yang mana tujuannya adalah sebagai berikut:
    - Untuk memperbanyak ranting dan cabang tanaman.
    - Untuk menjadikan pohon agar tidak terlalu tinggi, maka akan mudah proses panen.
    - Agar untuk meremajakan tanaman.
    - Supaya tamanan cepat berbuah
    - Sebagai langkah untuk pengendalian terhadap hama dan penyakit.

Pencegahan Hama dan Penyakit

Biasanya tanaman lengkeng cukup tahan dari berbagai serangan hama serta penyakit. Jenis-jenis hama serta penyakit yang sering menyerang tanaman lengkeng di antaranya adalah akat hitam, kutu daun, uret, bercak daun dan busuk buah. Langkah pengendalian dan pencegahan hama serta penyakit selain dari melalui kegiaran pemangkasan, dapat juga dilakukan dengan cara membungkus atau membrongsong buah dengan menggunakan kreneng dan pestisida.


Tahap Panen

Nah, inilah tahap yang kita tunggu-tunggu, dengan adanya kerja keras dan tekun, maka Insya Allah akan menghasilkan buahnya yang sesuai dengan harapan. Adapun ciri-ciri buah kelengkeng yang siap untuk dipanen adalah sebagai berikut:
- Sudah beraroma harum
- Kulit buah berwarna lebih cerah dan buahnya yang padat.
Jika buah kelengkeng Anda sudah berbentuk ciri-ciri seperti diatas, maka buag kelengkeng Anda sudah siap untuk dipetik dan dipanen.

Demikianlah sedikit keterangan tentang Cara Membudidayakan Kelengkeng, semoga bermanfaat dan selamat menanam. Mudah-mudahan memberikan hasil yang baik dan memuaskan.

Jadwal yang Tepat Untuk Memupuk Padi

Melakukan pemupukan pada padi adalah suatu usaha agar memperoleh hasil padi yang maksimal, terutama jika pada masa tanam yang telah cukup lama dan tanaman padi Anda sudah cukup besar, inilah saat dan jadwal pemupukannya yang harus dilakukan dan diperhatikan oleh kita yang sedang menanam padi agar mendapatkan hasil panen yang memuaskan, maka dari itu perlu dilakukan upaya dan jadwal yang tepat untuk memupuk padi yang sedang tumbuh dan berkembang. Oleh karena itu, jika dalam hal memupuk padi tersebut terdapat cara pemupukannya yang salah akan berakibat fatal pada tanaman padi tersebut.
Jadwal untuk memupuk padi tersebut harus benar-benar diperhatikan agar memperoleh hasil padi yang maksimal dan memiliki kualitas yang bagus, serta sesuai dengan yang diharapkan. Yang mana upaya pemupukan padi ini harus melalui beberapa proses dan tahap-tahapnya. Misalnya pada saat masa 1 minggu setelah masa tanam hingga pada saat mau panen.

Lalu bagaimana tentang jadwal yang tepat untuk memupuk padi tersebut? Berikut ini ada beberapa penjelasannya.

  • 1-2 Minggu
Jika pada saat tanaman padi Anda sedang memasuki usia tanam 1-2 minggu, upaya pemupukan untuk ukuran sawah satu hektar adalah sebagai berikut:
- 270 phonska
- 500 kg petroganik
- 135 kg UREA
- Pupuk ZA 90 kg

Nah pada saat ini padi sedang menghijau, jadi perlu dilakukan pemupukan agar ke depannya padi Anda akan dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

  • Masa 1 Bulan
DIsaat sudah memasuki usia tanam sekitar 1 bulan, perlu diadakan pemupukan susulan, dan ini juga untuk takaran 1 hektar sawah. Yaitu sebagai berikut:
- Phonska 150 kg
- UREA 50 kg

Adapun waktu pemupukan ini dilakukan sekitar jam 8-10 pagi, yang mana pada jam tersebut embun-embun pagi sudah mengering, dan disaat inilah saat yang tepat untuk memberikan pupuk untuk padi. Atau Anda juga bisa melakukan pemupukan ini disaat sore hari sekitar jam 5 sore. Adapun perlu juga Anda perhatikan, jika pada saat ini sedang musim hujan atau sedang turun hujan, sebaiknya pemupukan ini untuk sementara dihentikan dulu agar pupuk yang Anda punya tersebut tidak terbuang sia-sia. Jadi tunggulah disaat lahan sawah sedang mengering, maka perlu dilakukan pemupukan tersebut, walaupun persediaan air sedang cukup, maka perlu dikeringkan tanah sawahnya untuk diberikan pupuk ini agar menghasilkan buah padinya yang optimal.


Itulah sedikit penjelasan mengenai Jadwal yang Tepat Untuk Memupuk Padi, mudah-mudahan memberikan banyak manfaatnya bagi Anda yang sedang menanam padi, dan semoga mendapatkan hasil yang memuaskan.

Populer Minggu Ini