Macam-Macam Jenis Tanaman Umbi-Umbian dan Contohnya

Tanaman umbi-umbian merupakan suatu tanaman pertanian yang dibudidayakan dari jenis tumbuhan yang merupakan bentuk modifikasi dari organ tumbuhan yang lain dan berfungsi untuk penyimpan zat tertentu (misalnya memiliki zat karbohidrat). Organ yang dimodifikasi ini dapat berupa, batang, daun atau akar. Bentuk modifikasi ini biasanya adalah pembesaran ukuran dengan perubahan anatomi yang sangat jelas terlihat. Tanaman Umbi-umbian tersebut biasanya terbentuk dan berada tepat pada bagian bawah permukaan tanah. Untuk lebih jelasnya mari kita simak Macam-Macam Jenis Tanaman Umbi-Umbian dan Contohnya. Yang mana umbi-umbian ini juga termasuk bagian dari pertanian.
Tanamann jenis Umbi-umbian tersebut terbagi menjadi tiga kelompok, pembagian ini merupakan dilihat menurut asal terjadinya. Yaitu umbi batang, umbi akar, dan umbi lapis. Umbi akar contohnya adalah tanaman ketela pohon (singkong), uwi, wortel, ubi jalar. Adapun contoh Umbi batang adalah tanaman talas, kentang, suweg. Sedangakan contoh umbi lapis adalah bawang merah dan bawang bombay. Nah itu merupakan sedikit dari macam jenis tanaman umbi-umbian.

Baca juga : Cara Mudah dan Sederhana Membudidayakan Jamur Tiram

Untuk keterangan lengkapnya silahkan dilihat pada penjelasannya di bawah ini. Yang mana tanaman umbi-umbian yang terbagi dalam tiga kelompok, yaitu berdasarkan menurut asal terbentuknya. Yaitu:

  • Umbi Batang
Umbi batang yaitu jenis umbi-umbian yang terbentuk pada bagian pangkal batang tanamannya, yang mana pada umbi batang ini terdapat fungsi untuk menyimpan cadangan makanan yang dilakukan oleh tanaman tersebut. Adapun Umbi batang terletak di bawah permukaan tanah, dan sebagian ada pula yang terdapat di dalam tanah dan sebagian lagi terdapat pula di atas permukaan tanah. 

Adapun contoh umbi batang yang umbinya terdapat di dalam tanah secara keseluruhan adalah tanaman kentang. Tanaman kentang disebut umbi batang karena tanaman kentang jenis umbi-umbian yang berakar tunggang, yang mana terdapat banyak akar. Diantara akar samping tersebut, terdapat stolon yang merupakan suatu cabang samping dari batangnya. Pada bagian ujung stolon ini bisa membesar dan membentuk umbi yang lebih besar. 

Sedangkan contoh umbi batang yang pada sebagian umbinya berada di dalam tanah dan kemudian pada sebagiannya lagi berada di atas tanah adalah tanaman talas. Umbi pada tanaman talas ini terbentuk di pangkal bagian batangnya, pada awalnya umbi batang talas ini hanya berada di bawah tanah, tetapi lama-kelamaan umbinya tersebut semakin bertambah dan kemudian naik ke atas, hal ini disebabkan karena daunnya yang telah mengering lalu jatuh dan pada bagian upihnya akan membesar dan menjadi umbi. Adapun Contoh tanaman lain selain talas adalah tanaman sente.

Lihat juga :  Cara Membudidayakan Kelengkeng

  • Umbi Akar
Umbi akar adalah jenis tanaman umbi-umbian yang terbentuk karena adanya perkembangan akar yang membesar, yang mana hal ini disebabkan oleh penumpukan nutrisi pada suatu waktu tertentu untuk menyimpan cadangan makanan pada tanaman tersebut. Umbian ini secara keseluruhannya berada di bawah tanah. Umbi akar dalam satu tanaman ada yang berjumlah satu buah dan dalam satu tanaman ada yang berjumlah lebih dari satu. 

Contoh tanaman yang memiliki satu umbi akar dalam satu tanaman adalah tanaman wortel. Sedangkan contoh tanaman yang dalam satu tanaman terdapat lebih dari satu umbi adalah tanaman singkong atau yang sering disebut ketela pohon.

  • Umbi Lapis
Yang ketiga adalah umbi lapis. Umbi lapis merupakan salah satu dari jenis umbi-umbian yang berbentuk berlapis-lapis. Bentuk umbi lapis ini biasanya pada ujungnya bersatu dengan daun dan pangkalnya dengan akar. 
Adapun Contoh tanaman umbi lapis tersebut adalah tanaman bawang merah dan bawang bombay.

Nah itulah sedikit pembahasan Saya mengenai Macam-Macam Jenis Tanaman Umbi-Umbian dan Contohnya. Semoga memberikan manfaat dan menjadi ilmu yang bermanfaat bagi kita. Terimakasih atas kesempatannya dalam membaca artikel ini.

Cara Menanam Kacang Hijau dengan Baik dan Benar

Pada kacang hijau terdapat kandungan nutrisi yang tinggi, selain terdapat rasa yang enak, lembut dan manis, itu semua bisa Anda rasakan jika Anda membuatnya menjadi bubur, yaitu namanya bubur kacang hijau. :) Nah, sebelum membahas lebih jauh mengenai rasa kacang hijau yang enak tersebut, sebaiknya kita bahas terlebih dahulu tentang cara membudidayakannya. Adapun jika Anda ingin membudidayakan dan menanam kacang hijau, simak penjelasan di bawah ini, yaitu cara Menanam Kacang Hijau dengan Baik dan Benar.
Kacang hijau merupakan tanaman yang sangat cocok tumbuhnya di daerah tropis. Apalagi di Indonesia memiliki cuaca yang beriklim tropis, jadi hal ini sangat pas bagi Anda yang hendak menanam kacang hijau di sekitar Anda, baik di ladang maupun di kebun milik Anda. Dan juga kacang hijau ini merupakan tanaman yang bersuku jenis polong-polongan.

Baca juga: Teknik Membudidayakan Tanaman Jagung

Jadi berikut ini ada beberapa cara untuk Menanam Kacang Hijau dengan Baik dan Benar.
  • Pastikan tanah yang hendak Anda tanam kacang hijau tersebut pada tanah yang gembur. Yaitu dengan kandungan pH 5,8-7,0. Dan kacang hijau sangat cocok tumbuh pada daerah yang memiliki curah hujan yang optimal, yaitu antara 50-200 mm/bulan. Dan temperatur suhu sekitar 25-27 derajat celcius. Serta kelembaban udara sekitar 50-80%, kemudian harus mendapatkan sinar matahari yang cukup, demi kelangsungan hidupnya kacang hijau tersebut. 
  • Kemudian perlu ditanam kacang hijau tersebut dengan sistem tugal, yaitu dengan menancapkan lubang, jadi setiap lubang dimasukkan sebanyak 2 biji bibitnya itu untuk setiap lubang. Adapun jarak tanamnya dengan ukuran yaitu 40x10 cm. 
  • Kemudian memberikan pupuk. Pemberian pupuk dapat Anda lakukan dalam waktu yang tidak begitu lama sejak masa tanam untuk tanaman kacang hijau, contohnya pada saat usia kacang hijau tersebut baru berusia 2 minggu, Anda sudah disarankan untuk memberikan pupuk. Hal ini karena tanaman ini membutuhkan nutrisi untuk perkembangan tumbuhnya.
  • Pupuk yang diberikan yaitu POC NASA, lakukanlah pemupukan tersebut setiap 2 minggu sekali, pupuklah secara rutin. Jadi dengan rutinnya Anda memberikan pupuk, maka pertumbuhan tanaman kacang hijau Anda tersebut akan dapat tumbuh dengan baik.
  • Akan tetapi metode pemupukan tersebut akan berbeda disaat masa tumbuhnya dengan masa berbunga. Pada masa berbunga ini, tanaman kacang hijau Anda cukup dilakukan penyiraman saja secara rutin. 

Pencegahan Hama dan Penyakit

Sudah menjadi hal yang lumrah, setiap tanaman pasti akan ada hama atau penyakitnya. Jadi untuk mengatasi hal tersebut, perlu Anda perhatikan tipsnya pada keterangannya di bawah ini.

Penyakit yang sering menyerang tanaman kacang hijau tesebut yaitu basi batang, bercak daun, penyakit puru dan embun tepung. Untuk pencegahannya perlu dilakukan penyemprotan dengan menggunakan pestisida, dan fungisida, yang mana jenisnya antara lain yaitu: Dithane M-45, Benlate, dan Daconil. Ini dilakukan pada saat awal serangan penyakit pada tanaman ini.

Adapun hama yang mutlak menyerang tanaman kacang hijau ini antara lain yaitu Lalat kacang, Kepik coklat, Kepik hijau, Kutu Thrips, dan lain sebagainya. Untuk mengendalikan hama semacam ini, Anda hanya perlu menggunakan insektisida, yaitu insektisidanya semacam Regent, Atabnon, Curacron, Furadan. Gunakanlah dosisnya sebanyak 2-3 ml/liter air. Gunakanlah semprot dengan volume semprotnya bekisar 10 gram/kg benihnya.

Demikianlah cara Menanam Kacang Hijau dengan Baik dan Benar, semoga bermanfaat dan semoga sukses bagi Anda yang sedang maupun hendak menanam kacang hijau tersebut. :)

Membudidayakan Buah Naga Agar Berbuah Lebat

Buah naga banyak memiliki manfaat yang melimpah sehingga membuat banyak para petani dan kalangan masyarakat berinisiatif dan berkeinginan untuk melakukam penanaman serta pengembangan buah naga. Dan juga buah naga ini juga dapat dijadikan tanaman hias yang bisa ditanam di pekarangan rumah, jadi dengan demikian, selain sebagai tanaman hias, buah naga tersebut juga bisa dikonsumsi sendiri. Berikut ini akan dijelaskan mengenai cara Membudidayakan Buah Naga Agar Berbuah Lebat. Silahkan dilanjutkan membacanya. Hehehe
Menanam Buah naga merupakan sesuatu yang bisa dikatakan agak mudah. Yang mana tidak membutuhkan teknik yang khusus untuk bisa menanam buah naga tersebut. Pada umumya, tanaman buah naga yang sering ditanam oleh masyarakat adalah buah naga yang memiliki warna merah, kemudian pada bagian dagingnya terdapat warna putih dengan biji-biji yang halus berwarna hitam.

Baca juga : Cara Menanam Seledri Supaya Tumbuh dengan Subur

Adapun untuk membudidayakan buah naga tersebut ada beberapa tahap yang perlu Anda jalani agar memperoleh hasil yang memuaskan, yaitu memiliki buah naga yang lebat. Nah, tahap-tahap tersebut bisa disimak pada keterangannya di bawah ini.

  • Penyiapan bibit
Untuk penyiapan bibit, sebaiknya Anda melakukan penyetekan pada batang buah naga yang pernah berbuah, minimal sebanyak 3-4 kali, karena hal ini akan berguna untuk menurunkan sifat produktivitas batang indukannya tersebut, yang mana indukannya tadi telah lebih dahulu berbuah dengan cepat dan juga sudah diketahui indukan yang memiliki kualitas tinggi. Jangan lupa pilih batang dengan ukutan minumal 8 cm yang sudah tua dan yang sudah keras, serta dengan memiliki warna hijau kelabu, karena semakin besar batang, akan semakin baik pula kualitasnya. Dan ini bisa dijadikan pula untuk batang induk utama nantinya.

Baca juga: Cara Memupuk Buah Naga Agar Cepat Berbuah Lebat

Melakukan emotongan batang indukan buah naga tersebut adalah berukuran sekitar 80 -120 cm, sisakan sepanjang 20%, lalu yang 80% nya dijadikan untuk calon bibit selanjutnya, kemudian batang calon bibit dengan panjangnya 20-30% untuk ujung pada bagian atas agar dipotong rata, sementara pada bagian untuk ditanam dibuat berbentuk meruncing yang berguna agat untuk merangsang akar supaya cepat keluar dengan mata tunas minimal 4 buah, lalu setelah disetek dan setelah sepotong, biarkan sampai getahnya mengering, jangan langsung ditanam karena nantinya akan dapat meyebabkan batangnya menjadi busuk, sementara untuk menghindari jamur akar jangan lupa dicelupkan pada larutan fungisida.

Kemudian langkah selanjutnya dalam penyiapan bibit ini adalah persiapkan bedengan atau polybag, ini berguna untuk menanam setek-setek tersebut, jangan lupa bedengannya atau polybagnya disiram, yang mana telah diisi dengan media tanam dari tanah yang telah dicampur dengan pupuk kandang, kemudian tancapkan bagian yang runcing dari setek tersebut ke dalam media tanam tadi dengan ukuran kedalaman tanahnya 5 cm.

Berikan atap sebagai tempat untuk naungan yang berguna untuk melindungi bibit atau setekan tadi agar terhindar dari sinaran matahari langsung, adapun tunas muda tersebut lakukan peyiraman sebanyak 2-3 hari sekali. Jika sudah berusia 3 minggu, biasanya tunas tersebut akan mulai tumbuh serta naungan atap tadi harus dibuka agar terkena sinaran matahari langsung secara penuh. Untuk pemeliharaan bibit, biasanya dilakukan selama 3 bulan, yang mana pada usia ini bibit buah naga akan memiliki ketinggian 50-80 cm.

  • Pembuatan tiang panjat
Tahap selanjutnya yaitu membuat tiang panjat. Buah naga memerlukan tiang panjat untuk tumbuh dan untuk dapat menjalar. Tiang panjat ada yang bisa dibuat dari kayu bulat dan juga dapat dibuat secara permanen dari beton yang berbentuk pilar persegi empat atau silinder dengan mempunyai diameter sekitar 10-15cm dengan memiliki ketinggiannya mencapai 2 meter, dan dengan kedalaman 50 cm agar bibit tumbuhan buah naga iyu menjadi lebih kuat berdiri, lalu pada bagian atas diberikan penopang dari kayu atau beton yang melingkar.

Dalam pembuatan tiang panjat, perlu dibuat secara berbaris, jarak antara tiang dalam satu baris adalah berukuran 2,5 meter dengan memiliki jarak antar baris 3 meter yang secara sekaligus menjadi jarak tanam. Sedangkan pembuatan saluran drainase dibuat sedalam 25 cm.

  • Pengolahan tanah
Jika tiang panjat tadi telah selesai disiapkan, langkah selanjutnya yaitu pembuatan luang tanam dengan ukuran  60×60 cm, dan berkedalaman 25 cm, yang mana posisi tiang panjat tersebut terletak tepat di tengah lubang tanam buah naga Anda.

Adapun cara pengolahan tanahnya adalah dengan mencampurkan 10 kg pasir dengan tanah galian, ini berguna agar dapat menambah tingkat porositas tanah, selain itu tambahkan juga pupuk kandang atau pupuk kompos sebanyak 10-20 kg atau dapat juga menggunakan kapur pertanian s300 gram, ini dikarenakan buah naga banyak memerlukan kalsium, kemudian aduk semua bahan tadi hingga merata.

Langkah selanjutnya yaitu timbun kembali lubang tanam lengkap dengan bahan-bahannya tadi, lalu disiram dengan air bersih, kemudian biarkan selama 2-3 hari, masing-masing lubang tanam tersebut diberikan pupuk TSP sebanyak 25 gram. Diamkan selama 3 hari yang kemudian baru bisa Anda tanam bibit buah naga yang telah disiapkan sebelumnya.

  • Pemupukan dan perawatan
Adapun tahap pemupukannya yaitu jika Anda mempunyai pupuk kandang, bisa diberikan bekisar 3 bulan sekali. Yang mana dosis yang diberikan tersebut sebanyak 5-10 kg pupuk perlobang, jika pada tahap berbunga dan berbuah, berikan pupuk NPK dan ZA dengan dosis sebanyak 20-50 gram perlobang.

Kemudian proses perawatan selanjutnya adalah melakukan peyiraman, yang mana penyiramannya tersebut dilakukan dengan cara mengalirkan air pada bagian parit-parit drainase, dapat juga Anda menggunakan gembor atau irigasi tetes dengan bantuan slang sprint. Jika menyiram atau mengairinya dengan parit pada drainase, lakukan dengan cara merendam parit tersebut selama kurang lebih 2 jam dan jika menggunakan gembor, perlubang tanamnya Anda siram dengan air sebanyak 4-5 liter dengan peyiraman secara berturut-turut sebanyak 3 kali sehari di musim kering, yang mana penyiraman ini perlu disesuaikan dengan kondisi tanah.

  • Tahap panen 
Nah, tahap inilah tahap yang paling ditunggu-tunggu, Membudidayakan buah naga tentu Anda juga ingin mendapatkan hasilnya bukan? Setelah sekian lama melakukan perawatan, inilah yang diharapkan, yaitu memanennya. Perlu diketahui, bahwa buah naga termasuk tanaman yang berumur panjang, yaitu dengan siklus produksi dapat mencapai hingga 15-20 tahun dan mulai berbuah pada bulan yang ke 10 hingga 12 setelah masa tanam, tapi tergantung dari bibit awal dan kesuburan tanahnya, serta tanaman itu sendiri. Adapun pada biasanya, panen pertama ini memang belum terlalu mendapatkan hasil yang optimal, karena buah naga tersebut baru belajar berbuah.

Adapun buah yang siap dipanen adalah ditandai dengan ciri-ciri kulitnya yang mulai berwarna merah mengkilap, selain itu pada jumbai buah terdapat berwarna agak kemerahan dengan memiliki warna hijaunya yang mulai berkurang, mahkotanya mengecil, lalu pada pangkal buah terdapat sedikit kuncup dengan ukuran beratnya sekitar 400-600 gram untuk masing-masing satu buah naga yang siap panen.

Demikanlah cara Membudidayakan Buah Naga Agar Berbuah Lebat, semoga berhasil dan semoga sukses bagi Anda yang sedang menjalani pembudidayaan buah naga, ataupun bagi Anda yang hendak melakukan penanamannya. Terimakasih.

Cara Membudidayakan Kelengkeng

Buah kelengkeng atau yang biasa disebut dengan lengkeng ini merupakan tumbuhan yang awal mulanya tumbuh liar di daerah pedalaman hutan Sumatera dan hutan Kalimantan. Bila kita cicipi, rasanya sangat manis, jadi banyak orang yang menyukai buah kelengkeng tersebut. Dan banyak pula masyarakat mencampurkan buah kelengkeng ini ke dalam es buah yang dicampur dengan buah lainnya, tentu buah kelengkeng ini tidak ketinggalan rasa manis dan lezatnya bukan? Nah untuk lebih jelasnya bagaimana cara membudidayakan kelengkeng? Mari bersama-sama kita simak pada penjelasannya berikut di bawah ini.


Adapun tanaman dan pohon Lengkeng adalah jenis tanaman yang keras dengan sistem perakarannya yang cukup luas, dan batang kayunya yang kuat, serta akar tunggang yang begitu dalam. Adapun karakter fisiknya sendiri, lengkeng mempunyai pohon yang cukup tinggi dan besar serta cabang pohonnya terbilang banyak. Sedangkan daun dan buahnya merupakan suatu jenis daun majemuk,yang imana setiap tangkai mempunyai tiga sampai enam pasang daun. Kemudian pada bagian bunga lengkeng bentuknya berupa malai yang berwarna kuning muda, yang terletak pada ujung-ujung ranting, serta ukurannya yang cukup kecil. Untuk buahnya sendiri mempunyai ukuran kecil, kira-kira sebesar kelereng dengan dominan warna kulitnya yaitu berwarna cokelat cerah, tidak berbulu, memiliki daging buah yang berwarna bening, rasanya manis, serta aromanya khas. Adapun biji buah lengkeng warnanya hitam kecokelatan.

Tanaman lengkeng dapat tumbuh dan berkembang dengan baik pada daerah yang memiliki ketinggian antara 300-900 m dpl. Kemudian lahan yang dibutuhkan untuk budidaya lengkeng adalah lahan yang cukup memiliki tekstur tanah yang halus dengan tingkat pH 5,5 – 5,6. Lalu iklim yang cocok untuk membudidayakan kelengkeng yakni tipe iklim B atau basah, iklim D atau sedang, serta tipe C atau iklin yang agak basah. Tanaman lengkeng akan dapat tumbuh dengan baik di area lahan yang terbuka.

Ada beberapa tahap untuk membudidayakan kelengkeng tersebut, antara lain pada tahap-tahapnya seperti berikut ini.


Pembibitan Kelengkeng

Bibit lengkeng dapat diperoleh secara generatif dan vegetatif, tapi biasanya lebih disarankan dan direkomendasikan untuk menggunakan bibit yang berasal dari pembiakan vegetatif. Untuk pembiakan vegetatif bisa ditempuh dengan beberapa cara, diantaranya adalah:
  • Penyambungan
    Pada dasarnya sistem penyambungan tersebut dilakukan dengan cara menempelkan bagian-bagian tertentu pada tanaman yang sudah ditentukan dibagian tertentu pada tanaman lainnya yang memiliki fungsi sebagai induknya, yang kemudian untuk selanjutnya menjadi satu tanaman.
  • Pencangkokan
    Pencangkokan merupakan sistem perakaran yang diambil dari cabang tanaman yang sudah tumbuh besar yang dilakukan dengan tidak memotong cabang pohon yang telah besar tadi.
  • Penyusunan
    Metode pembiakan vegetatif yang dilakukan melalui penyusunan tersebut dianggap lebih baik bila dibandingkan dengan sistem okulasi dan cangkok, sebab batang bagian atas dan batang bagian bawah tidak harus memiliki umur yang sama.

    Ada beberapa keuntungan yang kita dapatkan dari sistem pembiakan vegetatif, antara lain adalah:
    1. Dapat menghasilkan tanaman dengan sifat yang menyerupai dengan sifat induknya.
    2. Tanaman akan cepat berbuah.
    3. Akan menghasilkan tanamannya yang tidak terlalu tinggi, sehingga tidak mempersulit bagi kita dalam proses pemeliharaan dan proses panennya.

Tahap Penanaman

  • Menyiapkan Lahan
Pada tahap persiapan lahan, pertama dilakukan adalah siapkan lubang untuk tanaman yang berukuran 60 x 60 cm dengan masing-masing jarak tiap-tiap lubang tanamnya adalah 10 x 10 m, serta kedalaman lubangnya sekitar 60 cm. Lalu langkah selanjutnya yaitu isi lubang tanaman tersebut dengan tanah yang telah dicampur kompos atau pupuk kandang. Adapun perbandingan tanah dengan kompos yang diisikan ke lubang tersebut adalah 3 : 1.

  • Tahapan Penanaman
Jika Anda menanam kelengkeng dengan bibit vegetatif, sama halnya dengan proses penanaman melalui biji, hanya saja jika ditanam dengan bibit vegetatif tadi harus dibuat lubangnya yang dalam agar bibit lengkeng tersebut tidak roboh serta akan membuat akarnya meluas. Hal ini akan mengkokohkan bibit tanaman tersebut.

  • Pemeliharaan
Pada tahap pemeliharaan ini, Anda perlu tekun dan ulet dalam mengerjakannya agar dapat menghasilkan pohonnya yang subur dan buahnya yang lebat.
  1. Pemupukan
    Tahap pemupukan tanaman lengkeng ini boleh dilakukan sebanyak dua kali setiap satu tahunnya, yaitu pada awal musim penghujan, serta mau memasuki musim kemarau. Adapun untuk pemupukannya tersebut dapat dilakukan dengan cara membenamkan pupuk ke dalam tanah yang terdapat di sekeliling tanaman dengan jarak kira-kira sama lebar dengan lingkar luar bagian tajuk daun (dari batang utama).
  2. Pemangkasan
    Kegiatan pemangkasan merupakan kegiatan pemotongan pada sebagian ranting atau cabang tanaman yang mana tujuannya adalah sebagai berikut:
    - Untuk memperbanyak ranting dan cabang tanaman.
    - Untuk menjadikan pohon agar tidak terlalu tinggi, maka akan mudah proses panen.
    - Agar untuk meremajakan tanaman.
    - Supaya tamanan cepat berbuah
    - Sebagai langkah untuk pengendalian terhadap hama dan penyakit.

Pencegahan Hama dan Penyakit

Biasanya tanaman lengkeng cukup tahan dari berbagai serangan hama serta penyakit. Jenis-jenis hama serta penyakit yang sering menyerang tanaman lengkeng di antaranya adalah akat hitam, kutu daun, uret, bercak daun dan busuk buah. Langkah pengendalian dan pencegahan hama serta penyakit selain dari melalui kegiaran pemangkasan, dapat juga dilakukan dengan cara membungkus atau membrongsong buah dengan menggunakan kreneng dan pestisida.


Tahap Panen

Nah, inilah tahap yang kita tunggu-tunggu, dengan adanya kerja keras dan tekun, maka Insya Allah akan menghasilkan buahnya yang sesuai dengan harapan. Adapun ciri-ciri buah kelengkeng yang siap untuk dipanen adalah sebagai berikut:
- Sudah beraroma harum
- Kulit buah berwarna lebih cerah dan buahnya yang padat.
Jika buah kelengkeng Anda sudah berbentuk ciri-ciri seperti diatas, maka buag kelengkeng Anda sudah siap untuk dipetik dan dipanen.

Demikianlah sedikit keterangan tentang Cara Membudidayakan Kelengkeng, semoga bermanfaat dan selamat menanam. Mudah-mudahan memberikan hasil yang baik dan memuaskan.

Jadwal yang Tepat Untuk Memupuk Padi

Melakukan pemupukan pada padi adalah suatu usaha agar memperoleh hasil padi yang maksimal, terutama jika pada masa tanam yang telah cukup lama dan tanaman padi Anda sudah cukup besar, inilah saat dan jadwal pemupukannya yang harus dilakukan dan diperhatikan oleh kita yang sedang menanam padi agar mendapatkan hasil panen yang memuaskan, maka dari itu perlu dilakukan upaya dan jadwal yang tepat untuk memupuk padi yang sedang tumbuh dan berkembang. Oleh karena itu, jika dalam hal memupuk padi tersebut terdapat cara pemupukannya yang salah akan berakibat fatal pada tanaman padi tersebut.
Jadwal untuk memupuk padi tersebut harus benar-benar diperhatikan agar memperoleh hasil padi yang maksimal dan memiliki kualitas yang bagus, serta sesuai dengan yang diharapkan. Yang mana upaya pemupukan padi ini harus melalui beberapa proses dan tahap-tahapnya. Misalnya pada saat masa 1 minggu setelah masa tanam hingga pada saat mau panen.

Lalu bagaimana tentang jadwal yang tepat untuk memupuk padi tersebut? Berikut ini ada beberapa penjelasannya.

  • 1-2 Minggu
Jika pada saat tanaman padi Anda sedang memasuki usia tanam 1-2 minggu, upaya pemupukan untuk ukuran sawah satu hektar adalah sebagai berikut:
- 270 phonska
- 500 kg petroganik
- 135 kg UREA
- Pupuk ZA 90 kg

Nah pada saat ini padi sedang menghijau, jadi perlu dilakukan pemupukan agar ke depannya padi Anda akan dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

  • Masa 1 Bulan
DIsaat sudah memasuki usia tanam sekitar 1 bulan, perlu diadakan pemupukan susulan, dan ini juga untuk takaran 1 hektar sawah. Yaitu sebagai berikut:
- Phonska 150 kg
- UREA 50 kg

Adapun waktu pemupukan ini dilakukan sekitar jam 8-10 pagi, yang mana pada jam tersebut embun-embun pagi sudah mengering, dan disaat inilah saat yang tepat untuk memberikan pupuk untuk padi. Atau Anda juga bisa melakukan pemupukan ini disaat sore hari sekitar jam 5 sore. Adapun perlu juga Anda perhatikan, jika pada saat ini sedang musim hujan atau sedang turun hujan, sebaiknya pemupukan ini untuk sementara dihentikan dulu agar pupuk yang Anda punya tersebut tidak terbuang sia-sia. Jadi tunggulah disaat lahan sawah sedang mengering, maka perlu dilakukan pemupukan tersebut, walaupun persediaan air sedang cukup, maka perlu dikeringkan tanah sawahnya untuk diberikan pupuk ini agar menghasilkan buah padinya yang optimal.


Itulah sedikit penjelasan mengenai Jadwal yang Tepat Untuk Memupuk Padi, mudah-mudahan memberikan banyak manfaatnya bagi Anda yang sedang menanam padi, dan semoga mendapatkan hasil yang memuaskan.

Cara Membudidayakan Ikan Lele Pada Kolam Terpal

Membudidayakan ikan Lele cukup menarik dan menggiurkan, memelihara ikan lele juga terbilang jenis peternakan ikan yang juga diminati oleh sebagian masyarakat kita, bagaimana tidak, jika panen lele Anda mendapatkan hasil yang banyak, itu dapat meningkatkan sumber penghasilan yang tidak kalah menggiurkan bukan? Apalagi pada saat pasar sedang membutuhkan pasokan lele yang banyak, maka pada saat inilah kesempatan emas bagi Anda untuk memasarkan hasil panen lele yang setelah sebelumnya Anda pelihara. Yang mana daging dari ikan lele tersebut sangat empuk dan ranum yang bagus untuk dikonsumsi, karena terdapat pula kandungan nilai gizi yang baik untuk kebutuhan nutrisi tubuh kita. Adapun dalam membudidayakan lele ini akan lebih simpel jika Anda lakukan melalui kolam terpal, disarankan pada kolam terpal tersebut agar lebih mudah dalam pemeliharaannya. Nah, bagi Anda yang hendak membudidayakan ikan lele pada kolam terpal tersebut akan kita uraikan pada uraiannya berikut di bawah ini.
Adapun untuk memelihara dan membudidayakan ikan lele tersebut, ikan lele ini lebih cocok hidup pada air yang cukup kotor. Jadi jika memelihara di dalam kolam terpal, maka akan lebih mudah dalam menjaga kondisi airnya dan juga membudidayakan ikan lele pada kolam terpal tersebut dapat membuat pertumbuhan ikan lele Anda akan lebih cepat besar dan berkembang biak. Dengan cepatnya perkembangan ikan lele ini, maka akan membuat Anda akan cepat panen.

Adapun memelihara ikan lele pada kolam terpal tersebut terdapat juga manfaatnya. Berikut ini ada beberapa manfaat memelihara ikan lele pada kolam terpal:
  • Mudah dalam hal penggantian air.
  • Mudah mendeteksi adanya hama penyakit yang terdapat pada kolam tersebut
  • Tidak memerlukan tempat yang luas dalam hal pemeliharaan lele. Ini berarti dapat Anda letakkan di mana saja di pekarangan rumah Anda, baik di depan, di dalam ataupun di belakang rumah, yang penting tempatnya terjamin aman dari gangguan lainnya.
  • Lebih fleksibel, ini maksudnya dapat dipindahkan jika sekiranya diperlukan untuk dipindahkan.
  • Lebih mudah memantau perkembangan bibit lele tersebut.
Adapun syarat-syarat yang perlu diperhatikan dalam pemeliharaan ikan lele pada kolam terpal tersebut antara lain sebagai berikut:

  • Persiapan Terpal
Syarat yang utama dalam membudidayakan ikan lele tersebut adalah terpal, jika persiapan terpalnya cukup dan memadai, maka hasil ikan lelenya akan lebih baik. Jumlah terpalnya tergolong musti banyak dan agak luas dari taksiran bibit lele, hal ini bertujuan agar pergerakan ikan lele ini lebih mudah dan lebih bebas jika terpalnya cukup luas.

Bagian dalam untuk kolam terpal tersebut dicuci dengan sabun hingga bersih, tujuannya adalah untuk menghilangkan dan untuk menghindari bau lem atau bahan-bahan kimia yang bisa saja membunuh benih-benih ikan lele Anda. Kemudian pada bagian dalam terpal tersebut dibilas hingga bersih dan kemudian dikeringkan selama seharii, lalu kolam terpal ini diisi dengan air hingga mencapai ukuran 20 cm. Setelah kolam terpal tersebut sudah terisi air kemudian diamkan selama kurang lebih seminggu agar lebih banyak waktu untuk proses pembentukan lumut dan juga untuk tumbuhnya fito plankton yang dibutuhkan ikan lele.

  • Persiapan Benih Ikan Lele
Anda bisa melihat benih lele tersebut yang bisa dipelihara dan dibudidayakan itu dengan ciri-ciri antara lain:
- Terlihat Lebih gesit
- Segar dan cerah
- Ukurannya terlihat sama rata
- Berwarna lebih terang

  • Persebaran Benih
Siapkan 1000 benih lele sangkuriang/dumbo dengan ukuran 1,5 - 2 inci. Sebarkan dalam kuota yang besar. Adapun Bibit yang baru Anda beli, jangan segera dimasukkan ke dalam kolam untuk budidaya, tapi harus melalui tahap peredaman terlebih dahulu, yang mana bibit tersebut akan dapat menyesuaikan diri dengan air yang terdapat di kolam habitatnya untuk ikan lele tersebut dibudidayakan. Dengan langkah-langkahnya sebagai berikut:
  1. Siapkan ember/bak air
  2. Masukkan air kolam terpal yang akan Anda gunakan tersebut pada ember/bak
  3. Kemudian masukkan benih lele yang Anda Anda pelihara
  4. Lalu Anda diamkan selama 30 menit, hal ini bertujuan agar ikan lele dapat menyesuaikan diri dengan jenis air yang terdapat pada kolam terpal itu tadi, yang mana air tersebut yang nantinya akan menjadi habitatnya
  5. Setelah 30 menit, barulah Anda sebarkan benih lele tadi ke dalam kolam terpal yang telah disiapkan terlebih dahulu.
Adapun penebaran benih akan lebih baik dilakukan pada pagi hari atau pada malam hari, karena diwaktu pagi atau malam, kondisi air akan lebih stabil.

  • Mengatur Kualitas Air
Setelah beberapa waktu berlalu, air di kolam akan berkurang karena penguapan air, maka dari itu perlu Anda tambahkan airnya ke posisi normal pada saat Anda menyiapkannya tadi. Adapun tingkat air yang perlu diperhatikan adalah 20 cm pada bulan pertama, 40 cm pada bulan kedua, dan 80 cm dibulan ketiga. Ini adalah untuk tetap memberikan kenyamanan bagi ikan lele, karena pertumbuhannya yang semakin besar-besar, berarti memerlukan kedalaman air yang lebih banyak.

Adapun warna air yang bagus untuk ternak lele ini adalah berwarna hijau, ini menunjukkan bahwa kualitas airnya yang lebih baik buat ikan lele. Karena ikan lele tidak menyukai air yang jernih.

  • Pemberian Pakan
Untuk pemberian pakan untuk ikan lele adalah sebanyak tiga kali sehari, yaitu pada pukul 07:00, pukul 17:00, dan pukul 22:00. Namun juga bisa diperhatikan pada kebutuhan pakan lele Anda, jika diperlukan, bisa juga Anda lakukan pemberian pakan tersebut 4 kali sehari.

Adapun dalam pemberian pakan ikan lele tersebut agar tidak berlebihan, hal ini akan mencegah dari serangan penyakit. Jika Anda memberikan pakan yang berlebihan, maka ikan lele akan mudah terserang oleh panyakit karena stok pakan yang tidak termakan oleh lele itu akan menjadi amonia beracun.

Dan pakan untuk ikan lele ini dapat Anda berikan dengan makanan alami seperti kroto semut rangrang yang lebih efektif dan efisien.

  • Menjaga Dari Hama dan Penyakit
Anda perlu menjaga ikan lele dari serangan hama dan penyakit, ini tidak bisa dianggap sepele. Karena ini akan mempengaruhi faktor produksi, seperti misalnya dari gangguan kucing, burung pemakan ikan, berang-berang, dan lain-lain. Dan Anda juga harus menjaga dari serangan penyakit lainnya yang berasal dari bakteri.

Yang mana pencegahan dari gangguan binatang pemangsa tersebut adalah dengan memasang penghalang atau jaring pada kolam terpal Anda agar hewan pemangsa tersebut tidak dapat masuk untuk memakan ikan lele Anda. Dan untuk pemberian obat untuk mencegah penyakit dari bakteri, Anda bisa mendapatkannya pada toko-toko pertanian atau toko perikanan di daerah Anda.

  • Masa Panen
Inilah masa yang dinantikan oleh peternak lele. Ikan lele dapat dipanen setelah Kurang lebih 90 hari. Pemanenan tersebut dilakukan dengan cara menyortir yaitu memilih ikan yang layak untuk dikonsumsi atau dijual, dengan memiliki bobot seperti 4 sampai 7 ekor per kg atau sesuai dengan keinginan dari konsumen atau pembeli, jadi jika ukuran lele tersebut masih ada yang lebih kecil, bisa Anda pelihara kembali.

Itulah tadi Cara Membudidayakan Ikan Lele Pada Kolam Terpal, semoga bermanfaat dan semoga memberikan hasil yang memuaskan bagi Anda yang sedang maupun yang hendak memelihara ikan lele. Selamat berkarya dan semoga berhasil.

Teknik Membudidayakan Tanaman Jagung

Tanaman jagung sudah dikenal oleh banyak orang di negara kita. Dan hampir setiap kalangan masyarakat sudah pernah memakan jagung bukan? Selain dari rasanya yang enak dan juga terasa manis dan empuk. Bahkan di beberapa daerah, jagung sudah diolah untuk menjadi makanan pokok di daerah tersebut. Akan tetapi pada daerah lainnya yang makanan pokoknya bukan jagung, maka jagung tersebut bisa dikonsumsi sebagai makanan pelezat saja. Nah pada artikel ini mari kita bahas bagaimana teknik yang tepat untuk membudidayakan tanaman jagung tersebut? Pada penjelasan berikut ini akan kita bahas lebih lanjut.

tanaman jagung

Membudidayakan tanaman jagung tidak jauh beda dengan membudidayakan tanaman lainnya, berikut ini akan kita ulas bagaimana langkah-langkahnya? Inilah langkah-langkah yang bisa Anda ikuti agar dapat menghasilkan buah jagung yang berlimpah.

  • Penyiapan Bibit Jagung
Langkah awal untuk membudidayakan jagung yaitu dengan menyiapkan bibitnya, banyak bibit jagung yang dijual dalam bentuk kemasan yang terdapat di toko-toko pertanian di daerah Anda atau bisa juga Anda dapatkan pada teman atau saudara, jikalau saja mereka juga sedang panen jagung. Siapkan saja bibitnya yang sesuai takarannya pada lahan jagung milik Anda.

  • Menyiapkan Lahan
Langkah yang kedua tentu dengan menyediakan lahan, karena pada lahan inilah tempat dimana jagung tersebut akan ditanam. Adapun untuk jenis tanah lahannya, jagung tidak memerlukan jenis khusus, perlu diperhatikan jagung cocok ditanam pada jenis tanah andosol, grumosol dan latosol. Dan tingkat keasaman tanah yang cocok untuk tanaman jagung yaitu pH 5,6 hingga tingkat pH 7,5. Dan jangan lupa persediaan air yang cukup untuk memaksimalkan produksi tanaman jagung Anda. 

  • Menanam Jagung
Setelah tersedianya lahan tadi, langkah berikutnya adalah menanam jagung, Adapun saat yang tepat untuk membudidayakan jagung adalah pada saat tanah sedang lembab, Anda bisa menyiram lahan tersebut dimana titik bibit jagung tersebut disemai. Kemudian perhatikan pula jarak antara tanaman jagung yang satu dengan yang lainnya memiliki jarak 100x40 cm untuk setiap lubang penyemaiannya. Kemudian buatlah lubangnya dengan kedalaman 3-5 cm, dan berilah setiap lubang tersebut sebanyak 3 biji hingga 5 biji bibit jagung untuk setiap lubangnya. 

  • Melakukan Pemupukan
Jenis pupuk yang diperlukan oleh tanaman jagung yaitu pupuk yang mengandung fosfor, kalium dan mengandung nitrogen. Yang mana unsur hara yang terdapat pada pupuk ini banyak mengandung nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman jagung agar dapat memperoleh hasil jagungnya yang berlimpah dan maksimal. 

  • Perawatan 
Adapun perawatan pada tanaman jagung ini cukup bermanfaat, jenis perawatannya yaitu penyulaman, pemangkasan daun jagung, pembubuan dan penjarangan. Adapun penjelasan lebih detailnya tentang perawatan ekstra untuk tanaman jagung ini yaitu seperti:
  1. Penyulaman, dilakukan pada saat tanaman jagung berusia 1 minggu.
  2. Pemangkasan daun jagung agar tidak terlalu banyak beban pada tanaman jagung tersebut agar dapat menghasilkan buah yang lebih maksimal, dan juga daun jagung juga dapat Anda gunakan untuk makanan ternak.
  3. Pembubuan adalah agar tanaman jagung dapat memperkokoh pohon jagung dan juga untuk mempermudah proses pengairan.
  4. Dan penjarangan ini dilakukan pada saat usia tanaman jagung juga sekitar 1 minggu
Adapun yang perlu dilakukan adalah menjaga tanaman jagung dari serangan hama, biasanya hama yang sering menyerang tanaman jagung ini yaitu ulat daun, ulat tanah, hama lundi dan masih banyak lagi ulat-ulat lainnya. Kemudian penyakit yang sering melanda tanaman jagung ini adalah bercak-bercak ungu, dan cendawan. Maka rawatlah tanaman jagung ini dari hama dan penyakit tersebut.

  • Pengairan
Pengairan ini sangat perlu dilakukan oleh Anda yang sedang menanam jagung, karena tersedianya cukup air akan sangat dibuthkan oleh tanaman jagung. Kegiatan pengairan ini yang tepatnya adalah pada saat pembungaan dan pengisian biji pada jagung. Adapun proses pembungaan ini terjadi pada saat tanaman jagung berusia 45-55 hari setelah masa penanaman. Dan proses pengisian biji pada tanaman jagung ini adalah sekita usianya 50-80 hari setelah masa tanam. Nah pada saat itulah kegiatan pengairan tersebut yang paling tepat.


  • Masa Panen
Ini adalah saat-saat yang paling dinantikan oleh setiap orang yang menanam jagung. Adapun masa panen jagung ini adalah pada saat jagung berusia 7 minggu setelah masa pembungaan tadi. Adapun ciri-ciri jagung yang siap untuk dipanen ini yaitu buah jagungnya sudah berwarna kuning. Jika lebih lama dari 7 minggu setelah masa pembungaan, biji jagung tersebut akan rusak, sedangkan jika dipanen terlalu dini, maka biji jagung tersebut akan keriput dan kecil-kecil. 

Nah itulah tadi teknik membudidayakan tanaman jagung, semoga tanaman jagung Anda membuahkan hasil sambil berdo'a dan berusaha agar membuahkan hasil yang maksimal :) Semoga penjelasan dan keteranga tadi memberikan manfaat bagi Anda dan orang-orang sekitar Anda. Hehehehehe

Meningkatkan Produksi Tanaman Padi

Upaya untuk meningkatkan produksi tanaman padi bisa terbilang cukup sederhana dan tidak begitu sulit dalam pengerjaannya. Sebagaimana yang telah kita ketahui, tanaman padi merupakan jenis tanaman yang lebih banyak dibudidayakan oleh para petani di Indonesia. Yang mana tujuan dari menanam padi ini adalah untuk menghasilkan beras, dan beras dimasak menjadi nasi, nah nasi inilah merupakan makanan pokok masyarakat kita yang bertempat tinggal di Indonesia wilayah barat dan tengah. Yang mana setiap orang yang menanam padi tersebut adalah ingin agar hasil padinya melimpah dan mendapatkan hasil panen padinya yang maksimal. Nah pada artikel ini akan kita bahas lebih lanjut mengenai hal tersebut. Semoga hasil tanaman padi Anda akan mendapatkan hasil panen yang berlimpah dan memperoleh produksi yang maksimal serta memuaskan.

Tanaman Padi
Untuk meningkatkan produksi tanaman padi, perlu diperhatikan pula tentang Jadwal yang Tepat Untuk Memupuk Padi dengan tujuan untuk mendapatkan hasil yang memuaskan. Jika membahas mengenai padi, tentu tanaman ini sangat erat hubungannya dengan sawah, walaupun terkadang ada pula para petani menanam padinya di ladang, akan tetapi sebagian besar tanaman padi tersebut lebih banyak ditanam di sawah. Karena membudidayakan padi di sawah adalah lebih banyak mendapatkan sumber air untuk pengairan padinya daripada di ladang. Yang mana melakukan pengairan tanaman padi tersebut sangat penting demi kelangsungan produksi padi itu sendiri dan dapat pula meningkatkan produksinya. Selain dari melakukan pengairan, tidak lupa pula bagi kita untuk melakukan perawatan khusus agar padinya dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Lalu apa saja perawatan khusus untuk meningkatkan produksi tanaman padi? Bisa Anda simak pada penjelasannya di bawah ini.

  • Upaya Pemupukan
Upaya yang pertama yaitu pemupukan. Setelah Anda menanam padi, tidak berhenti sebatas itu saja, akan tetapi perlu dilakukan perawatan tanaman padi lebih lanjut, yaitu memupuknya. Pada tahap pemupukan ini adalah bertujuan dan berusaha agar tanaman padi dapat tumbuh dengan subur. Jadi pupuknya dapat diperhatikan pula pupuknya yang cocok dengan tanaman padi.

  • Melakukan Pembersihan Gulma yang Tumbuh di Sekitar Tanaman Padi
Membersihkan gulma yang terdapat di sekitar tanaman padi sangat perlu dilakukan, hal ini tidak lepas kaitannya dengan produksi tanaman padi itu tadi. Jadi dengan adanya upaya pembersihan gulma akan dapat meningkatkan produksi tanaman padi. Karena jika banyaknya gulma yang tumbuh, akan menghambat pertumbuhan padi.

  • Membasmi Hama
Membasmi hama adalah untuk menghindari beragam penyakit yang bisa saja menyerang tanaman padi. Jika tanaman padi Anda banyak dihinggapi hama, maka upaya peningkatan produksi tanaman padi tersebut akan terhambat. Dan bisa saja membuat buah padi Anda akan hampa, tidak berisi. Dan ini akan membuat pekerjaan Anda akan sia-sia bukan? Terutama hama yang sering menyerang tanaman padi ini adalah walang sangit, wereng, ulat, dan masih banyak lagi hama lainnya. Adapun upaya untuk membasmi hama padi tersebut bisa Anda lakukan dengan menyemprot padi tersebut dengan cairan Imidastar 200 SL, atau Phefoc. Anda bisa mendapatkan alat pembasmi hama ini di toko-toko pertanian terdekat. Adapun menggunakan phefoc tersebut selain dapat membasmi hama, juga dapat mempercepat pertumbuhan tanaman padi.

  • Memupuk Pada Tahap Kedua
Jadi kira-kira pada saat tanaman padi Anda sudah berumur 2 bulan, atau disaat tanaman tersebut sudah menghijau, Anda perlu melakukan pemupukan pada tahap kedua. Upaya ini adalah bertujuan untuk meningkatkan produksi tanaman padi Anda. Dan tentu harapannya agar tanaman padi menjadi lebat dan memproduksi buahnya yang berlimpah.

Nah demikianlah upaya kita untuk dapat meningkatkan produksi tanaman padi. Jika Anda melakukan semua tahap-tahap di atas secara konsisten, maka Insya Allah tanaman padi Anda akan tumbuh subur sesuai dengan yang diharapkan. Jangan lupa untuk memilih pupuk padi yang baik agar produksinya makin baik pula. Semoga penjelasan di atas bisa memberikan informasi yang bermanfaat bagi kita semua.

Inilah Pupuk Dasar yang Digunakan Untuk Menanam Cabe

Memupuk suatu tanaman merupakan hal yang perlu dilakukan agar tanaman yang kita tanam tersebut dapat tumbuh dengan baik dan maksimal. Jika suatu tanaman tersebut tumbuh dengan subur, maka tanaman tersebut akan menghasilkan buah dan hasil yang baik dan berkualitas. Tidak terkecuali dengan tanaman cabe, kita harus memberikan dan menggunakan pupuk supaya cabe yang kita tanam dapat tumbuh dengan subur dan menghasilkan buah cabe yang berkualitas. Oleh karena itu kita harus memperhatikan pula sebelum memulai untuk melakukan penanaman cabe, maka kita harus memberikan pupuk dasar. Maka dengan adanya kita memberikan pupuk dasar itu, hal tersebut akan menjadikan tanah lahan untuk tanaman cabe yang akan ditanami itu agar tumbuh dengan subur. Lalu apa saja pupuk dasar yang digunakan untuk menanam cabe tersebut? Di bawah ini akan kita bahas lebih lanjut.


Pupuk yang digunakan untuk menanam cabe tersebut sebenarnya lumayan banyak dan terdapat bermacam-macam jenisnya. Maka dari itu, di sini Saya akan membagikan beberapa informasi dan pengalaman bertani tentang apa saja pupuk dasar yang bagus dan cocok untuk tanaman cabe. Maka dari itu di bawah inilah jenis dan macam pupuk dasar tersebut yang perlu digunakan sebagai bahan dasar untuk memulai menanam cabe ditahap awal. Hal ini bertujuan agar mendapatkan hasil cabe yang berlimpah dan mendapatkan buah cabenya yang berkualitas. Jadi di sini kita tidak membahas tentang cabe-cabean ya.. Hahahaha :D


Nah, berikut ini ada beberapa pupuk dasar yang perlu digunakan untuk menanam cabe:


- Pupuk NPK Mutiara

Pupuk NPK mutiara ini sangat penting bagi tanaman dan juga berguna bagi kesuburan tanah yang ditanami tanaman tersebut, salah satunya tanaman cabe. Jadi Pupuk NPK mutiara termasuk pupuk yang baik dan cocok sebagai pupuk dasar untuk menanam cabe. Banyak manfaatnya pupuk NPK ini bagi tanaman.


- Pupuk Kompos atau Pupuk Kandang

Pupuk kompos merupakan pupuk yang dihasilkan oleh suatu penguraian dari sisa-sisa tanaman atau dari kotoran hewan, yang mana pembuatan pupuk kompos tersebut dibantu dengan organisme hidup. Adapun pupuk kandang juga tidak terlalu berbeda dengan pupuk kompos, yang mana kita sering  mendengar pupuk kompos adalah juga pupuk kandang. Jadi dengan menggunakan kompos atau pupuk kandang akan memberikan kesuburan yang tinggi bagi tanah yang akan ditanami cabe tersebut. Dan juga akan membuat tanah menjadi lebih gembur serta meningkatkan unsur hara yang memberikan kesuburan pada tanaman. Pada pupuk kompos ini terdapat unsur-unsur yang sangat berguna bagi tanaman dan tanahnya, yaitu mengandung Nitrogen (N), Kalsium (K), Kalium (Ca), Phosfor (P) dan mengandung unsur Magnesium (Mg), yang mana kandungan unsur-unsur tersebut memberikan tingkat kesuburan yang maksimal.


- Pupuk Phonska Cair
Pupuk phonska cair juga bisa digunakan sebagai pupuk dasar untuk menanam cabe agar berbuah dengan lebat dan memberikan hasil cabe yang berlimpah, maka dari itu pupuk ini sangat membantu untuk menjadikan tanah dan tanaman cabe yang akan Anda tanam dapat tumbuh dengan subur, sama juga halnya dengan pupuk kompos atau pupuk kandang yang telah kita bahas di atas.


Nah, itulah tadi Pupuk Dasar yang Digunakan Untuk Menanam Cabe, semoga informasi di atas dapat membantu buat Anda yang ingin menanam cabe, semoga bermanfaat dan mudah-mudahan tanaman cabenya dapat tumbuh sesuai dengan harapan dan memberikan hasil yang banyak. Terimakasih.

Populer Minggu Ini