Cara Membudidayakan Cabe Merah

Cabe atau disebut juga dengan cabai memiliki tempat tersendiri di Indonesia. Dan hampir setiap orang suka makan dengan dicampur cabe, entah itu cabe segar atau cabe yang sudah diolah menjadi sambal.
Cabe merupakan salah satu komoditas sayuran yang banyak diperlukan dan dibutuhkan oleh kalangan masyarakat, baik itu masyarakat lokal ataupun masyarakat internasional. Permintaan cabe semakin hari kian bertambah, seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk yang berada di berbagai daerah maupun di berbagai negara. Sehingga pembudidayaan sayur yang berjenis cabe ini menjadi suatu peluang usaha yang menjanjikan, bukan hanya sebatas pasar lokal saja, namun berpeluang juga untuk memenuhi pangsa pasar ekspor. Jadi sangat perlu bagi kita untuk membudidayakan cabe merah.


Tanaman cabe berasal dari daerah tropis yang terdapat di benua Amerika, sekarang sudah banyak dibudidayakan di Indonesia. Potensi bisnis cabe ini lumayan menguntungkan, dan menarik minat bagi para petani di daerah dataran yang tinggi maupun dataran rendah, sehingga daerah pesisir pantai juga bisa untuk membudidayakan cabe merah ini.

Baca juga : 3 tanaman budidaya yang menguntungkan panen tiap hari
Baca juga : Cara Merawat Cabe Merah Agar Berbuah dengan Lebat

Adapun jenis cabe memiliki macam-macam variasi, beberapa jenisnya itu dibedakan berdasarkan pada bentuk, ukuran, rasa pedasnya serta warna buahnya. Jenis cabe di Indonesia sendiri banyak dibudidayakan adalah cabe rawit, cabe keriting, cabe besar, serta cabe paprika, dalam hal ini cabe lebih diidentikkan dengan namanya cabe merah. Karena untuk menyesuaikan permintaan untuk konsumen yang banyak menggunakan jenis cabe merah tersebut untuk bahan penyedap masakan. Jadi dalam pembahasan ini ada beberapa ulasan mengenai cara membudidayakan cabe merah, berikut ini ada beberapa cara dan kiat-kiatnya agar cabe merah agar menjadi tumbuh subur dengan baik.

Akan tetapi sebelum membudidayakan cabe merah, perlu diperhatikan mengenai pupuk dasar yang digunakan untuk menanam cabe. Adapun hal yang perlu Anda perhatikan dalam membudidayakan cabe adalah sebagai berikut :

  • Pemilihan Lahan untuk Tanaman Cabe
Pemilihan lahan yang baik dan benar. Tanaman cabe  sangat sesuai bila ditanam di daerah yang disinari matahari yang cukup, yaitu antara 10-12 jam perhari, dan memiliki suhu antara 24-28° celcius, serta memiliki kelembapan sekitar 80% dan juga sangat cocok untuk tumbuh di tanah lempung yang berpasir dan mengandung banyak unsur hara, lalu memiliki sekitar 6 sampai 7 pH.
  • Memilih Musim Tanam Cabe Secara Tepat
Musim tanam cabe secara tepat adalah disaat pasokannya berkurang, jika harganya sedang anjlok, sebaiknya Anda ganti dengan menanam tanaman yang lain. Ini bertujuan untuk mencegah terjadinya kerugian akibat dari anjloknya harga, disaat pasokan cabe sedang melimpah.
  • Memilih Jenis Cabe
Dalam memilih jenis cabe, pilihlah jenis cabe yang cukup banyak diminati oleh konsumen, namun harga bibitnya yang tidak begitu mahal. Jadi dengan cara ini biaya produksi akan dapat ditekan, supaya tidak membuat Anda rugi.
  • Proses Perawatan yang Tepat
Proses perawatan yang tepat yaitu misalnya dengan menyemprot pestisida cair dengan ukuran dosis 0,5-1 gram/liter ke lahan cabe sebelum penanaman bibit, tujuannya ini adalah agar dapat mencegah dari serangan jamur dan patogen-patogen lain. Selain itu, setelah penanaman selama 10 hari, tambahkanlah pupuk seminggu sekali. Lakukan secara berselang-seling dengan memberikan pestisida.

Nah, itu tadi tips-tips yang diperhatikan selama proses pembudidayaan tanaman cabe merah. Dan berikut ini ada beberapa proses atau tahapan dalam membudidayakan cabe merah. Inilah proses-prosesnya :


1. Mengolah Lahan
  • Bersihkan lahan dari gulma dan rumput-rumput liar
  • Tanah digemburkan dan berikan pupuk kandang
  • Sebarkan pupuk kandang pada lahan yang akan Anda tamani cabe tersebut dengan dosis antara 0,5 - 1 ton
  • Buatlah bedengan dengan ukuran lebar 100 cm dan parit selebar 80 cm
  • Siramkan lahan tersebut dengan super nasa dengan rincian super nasa tersebut yaitu 1 botol dilarutkan ke dalam 3 liter air (larutan ini menjadi larutan induknya). Lalu setiap 50 liter air tambahkan sebanyak 200 cc larutan induk itu tadi sebanyak 10 liter, dan diberi 1 sendok makan peres super nasa tersebut kemudian siramkan ke bedengan lebih kurang setiap 5-10 m
  • Tambahkan poc nasa dengan rincian : 10 liter diberi 2-4 tutup NASA dan siramkan ke bedengan tersebut sepanjang antara 5-10 meter
  • Kemudian campurkan glio dengan pupuk kandang, yaitu rinciannya : sebanyak 100-200 gram (1-2 bungkus glio) campurkan dengan 50-100 kg pupuk kandang, biarkan selama 1 minggu dan sebarkan ke bedengan
  • Bedengan tersebut kemudian ditutup dengan mulsa plastik dan kemudian dilubangi, jarak tanam yaitu 60 cm x 70 cm dengan pola zig zag dan biarkan selama 1-2 minggu.
 
2. Penyiapan Benih

Dalam proses penyiapan benih, ini bisa dilakukan selama proses menunggu selesainya proses penyiapan lahan tadi, misalnya setelah Anda menyiapkan lahan tersebut setengah selesai atau belum sepenuhnya selesai, Anda sudah bisa menyambilkan dengan proses penyiapan benih ini, yang mana dengan cara ini Anda tidak merasa bosan jika harus menunggu selama 2 minggu proses penyiapan lahan tadi, nah Anda bisa menyiapkan benih juga selama proses tersebut. Jadi tidak banyak membuang waktu.

Adapun Setelah benih cabe selesai ditanam, misalnya jika Anda menanam benih cabe di dalam polybag, polybag  itu diletakkan di tempat yang aman dan terlindungi, tetapi masih bisa mendapatkan sinar matahari yang cukup. Kemudia dua hari kemudian, Anda dapat melakukan penyiraman setiap sore. Selain itu, bibit cabe ini juga perlu disemprotkan dengan pupuk daun dan pestisida. Biasanya pada hari yang ke-8 sampai hari ke-12, benih akan mulai berkecambah. Lalu pada hari yang ke-18 sampai hari ke-25, tinggi bibitnya sudah mencapai ukuran sekitar 10 cm dengan jumlah 4-6 helai daun. Setelah berumur kira-kira sebulan, bibit tersebut dapat dipindahkan ke lahan yang sudah Anda siapkan tadi.

3. Persemaian 

Pada tahap persemaian ini, Anda bisa menyemai dengan arah persemaian dengan menghadap ke timur dengan  diberi naungan atap plastik atau daun rumbia.
Lalu campuran tanah dengan pupuk kandang atau kompos yang telah disaring tadi, dibuat perbandingan 3 : 1. Yaitu pupuk kandang sebelum dipakai tersebut Anda campur dengan GLIO sebanyak 100 gram ke dalam 25-50 kg pupuk kandang dan kemudia diamkan selama 1 minggu.

Setelah proses tersebut selesai, lakukanlah persemaian bibit cabe tersebut dengan langkah-langkah sebagai berikut :
  • Ambil bibit yang sudah berdaun sebanyak empat helai dan dengan kondisinya yang baik
  • Masukkan bibit tersebut ke dalam lubang yang sudah Anda siapkan pada lahan yang akan ditanam
  • Tutup kembali lubang tersebut dengan menggunakan tanah atau pupuk kandang yang sudah disiapkan sejak awal
  • Lakukan penyiraman tanaman cabe setiap hari jika tidak turun hujan
  • Jika Anda menanam cabe pada saat musim kemarau, Anda bisa memberikan penutup di atas tanaman cabe tersebut. Bisa Anda gunakan jerami atau bahan penutup lain, hal ini bertujuan untuk menjaga kelembaban dan agar tanaman cabe tidak kekeringan pada lahan tanam

4. Pemupukan

Pemupukan pada tanaman cabe dapat berupa seperti pupuk kompos atau pupuk kandang, hal ini akan menghasilkan cabe yang organik. Tapi jika Anda tidak ingin mendapatkan menghasilakn cabe organik, Anda dapat mencampur pupuk kandang atau pupuk kompos tadi dengan pupuk TSP atau urea dengan takaran secukupnya.

5. Perawatan

Dalam membudidayakan cabe merah, perawatan tanaman ini sangat penting dilakukan, jika tidak, hasilnya tidak akan maksimal, dan bahkan banyak tanaman cabe tersebut akan mengalami kerusakan. Adapun proses perawatannya bisa dilakukan dengan cara sebagai berikut:
  • Lakukanlah penyiraman setiap hari jika kondisi sedang tidak turun hujan
  • Melakukan pembersihan atau menyiang rumput-rumput liar yang tumbuh di sekitar tanaman cabe
  • Mencabut daun yang menguning agar pertumbuhannya lebih optimal
  • Anda juga bisa menggunakan pestisida agar dapat mencegah terjadinya serangan hama

6. Masa Panen


Masa inilah yang ditunggu-tunggu oleh petani cabe, dengan proses yang tepat dan perawatan yang baik, maka mudah-mudahan akan mendapatkan hasil yang baik pula. Adapun proses masa pemanenan ini adalah sebagai berikut :
  • Panen cabe pertama setelah penanaman adalah sekitar umur antara 60-75 hari
  • Panen kedua dan seterusnya sekitar 2-3 hari dengan jumlah panen dapat mencapai 30-40 kali atau lebih, hal ini tergantung dari ketinggian tempat dan cara pembudidayaannya
  • Setelah panen ke-3, tanaman cabe disemprotkan dengan poc nasa dan Hormonik lalu dipupuk dengan dosis 500 cc/ph
Adapun cara panen yang tepat adalah sebagai berikut :
  • Buah cabe dipanen tidak terlalu tua atau tidak terlalu masak, tetapi buahnya sudah berwarna merah
  • Pemanenan yang baik dilakukan pada pagi hari setelah embun kering
  • Lakukan penyortiran selama Anda berada di lahan
  • Simpan ditempat yang sejuk dan teduh

Demikianlah cara membudidayakan cabe merah agar bisa mendapatkan hasil yang baik, yang penting usaha yang ulet dan tekun, Insya Allah Anda akan menghasilkan sesuatu yang sesuai dengan yang Anda lakukan. Mudah-mudahan postingan ini bermanfaat bagi bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian agar mendapatkan hasil tanaman cabenya yang sesuai dengan harapan. Semoga sukses dan memberikan hasil yang baik.

4 comments

Wah.. ane jadi berminat mau berkubun cabai ni gan..

mantap gan
mudah2an menjadi inspirasi..
hehe
btw thanx atas kunjungannya

Dulu saya pernah budidaya cabe merah, awalnya iseng2 aja tetapi tumbuh juga tanaman dan hasil cabenya juga banyak

Syukurlah kalau begitu gan. Semoga memberikan hasil yang maksimal.


EmoticonEmoticon

Populer Minggu Ini